SATULIS.COM, BAUBAU – Sempat beredar info tentang masyarakat diselamatkan anggota BPBD yang bertugas di menara pantau Nirwana beberapa waktu lalu, membuat ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) kota Baubau, Femiyanti Darma Kamang angkat suara.
Kepada satulis.com melalui via WhatsApp, HPI Kota Baubau berpendapat jika Kota Baubau telah memiliki menara pantau di sekitar pantai para Baywatch yang ditempatkan harus benar-benar terlatih dan terdaftar pada ILS (internasional life saving federation).
“Dan itu dibawah naungan kepala daerah dalam hal ini bapak Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin. Karena nantinya operasional buat mereka bisa dikeluarkan dari sumber pendanaan daerah, dan bisa juga dari masyarakat,” terangnya.
Para anggota Baywatch yang disebut BALAWISTA lanjutnya bisa mendapatkan sertifikat keanggotaan ILS melalui ujian fisik dan mental. Bukan sekedar bisa berenang, karena secara medis mereka harus memahami apa yang dinamakan tindakan emergency.
“Bagaimana menangani ketika ada patahan tulang yang diakibatkan jatuh oleh jetsky misalnya atau apa sajalah yang bisa terjadi. Bagaimana ketika ada yang tenggelam dan paru-paru dipenuhi air apa yg harus dilakukan? Bahkan kesiapan alat medis seperti apa itu semua harus dilengkapi, karena jarak dari pantai ke rumah sakit agak jauh. Jadi semua harus diperhatikan dengan seksama,” jelasnya.
Harapan saya kedepannya Pemkot Baubau bisa mengkoordinasikan hal ini secara baik dan kembali ke peraturan yang sudah ditetapkan. Masyarakat yang mungkin saat ini merasa mulai aman dan nyaman dengan adanya menara pengawas patut diapresiasi. Tapi yang terpenting adalah SDM yang akan bertanggung jawab menjaga keamanan pantai tersebut.
“Mau setinggi apapun itu menara kalau tidak disesuaikan dengan SDM yang telah terkompentensi tentunya percuma,” tukasnya.
Inilah pentingnya melibatkan stockholders seperti organisasi PHRI, ASITA, HPI dan kalangan masyarakat untuk dimintai pendapat dan masukan. Yang tentunya tahu betul dan memahami dunia pariwisata serta apa yang menjadi kebutuhan para wisatawan.
“Jadi memang harus didudukan dan didiskusikan secara detail, agar apapun infrastruktur yang dibuat, khususnya buat kepariwisataan itu, tepat sasaran dan para wisatawan merasa aman dan nyaman datang di Kota Baubau,” harapnya. (Adm)
Peliput : Cahya
