Rabu, Januari 14, 2026

Pemkot Baubau Laksanakan Sidak Gabungan, Pastikan Harga Sembako Terkendali

SATULIS.COM, Baubau – Menyikapi kenaikan harga sejumlah sembako di Kota Baubau ditengah pandemi Corona, Pemerintah Kota Baubau diwakili Sekda Kota Baubau, Dr Roni Muhtar kembali melaksanakan sidak di sejumlah distributor dan pasar tradisional, Kamis 2 April 2020.

Kali ini, sidak dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak. Turut hadir, Kapolres Baubau, Anggota DPRD Provinsi Sultra, Anggota DPRD Kota Baubau, Kepala Disperindag Baubau, Kepala BPS, Kepala Sub Divre Bulog Baubau, Asisten III Setda Baubau, Kabag Ekonomi Setda Baubau, dan camat serta lurah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, Dr Roni Muhtar mengatakan, harga sembako khususnya beras memang terjadi kenaikan harga. Namun dari hasil sidak, kenaikan masih dalam batas yang wajar.

Kenaikan ini, kata dia, tak seperti yang dikatakan sebagian orang. Bahwa kenaikan harga mencapai puluhan hingga ratusan ribu rupiah untuk satuan 50 kilogram.

“Alhamdulillah, tadi kita sudah lihat bersama. Pak Kapolres sudah mendapatkan informasi dari para penjual soal kebenaran harga jual yang real. Ini akan dijadikan langkah selanjutnya supaya tidak lagi terjadi informasi yang keliru di masyarakat,” katanya.

Untuk menstabilkan harga, pemerintah daerah bersama Polres dan Bulog akan mengambil peran. Salah satunya dengan melakukan penjualan beras melalui Bulog secara langsung ke masyarakat melalui kelurahan.

Masyarakat akan diberikan kuota 10 kilogram per kepala keluarga dengan harga Rp 90 ribu dengan cara mendaftar ke kelurahan masing-masing. Bulog akan mendistribusikan beras ke kelurahan sesuai permintaan.

“Itu sudah dibahas, sudah didesain dan dirancang secara baik antara wali kota dengan camat dan lurah dan sudah kita mulai dari kemarin. Insya Allah dengan upaya ini maka tidak akan ada lagi informasi liar terkait dengan beragamnya penyampaian orang untuk harga beras di pasaran,” katanya.

Baca Juga :  Data Penumpang dan ABK Fungka Permata V Beredar Via Whatsapp

Selain itu, kedepan akan dibuat sebuah aturan tentang patokan harga yang harus dipahami semua pihak. Baik distributor dan calon pembeli saat melakukan transaksi.

Kapolres Baubau, AKBP Zainal Rio Chandra Tangkari mengatakan, harga dari hasil pengecekan dari distributor hingga pengecer masih dalam batas wajar. Nnamun kedepan program pemerintah daerah dalam situasi pandemi ini akan selalu didukung.

“Harus ada transparansi kepada masyarakat dan pembeli, sehingga tidak menimbulkan pemahaman yang keliru tentang harga. Bilamana dalam siklus dari pendistribusian ini ada ketidakwajaran, maka Polres Baubau akan langsung mengambil tindakan tegas,” katanya.

Anggota DPRD Sultra, Kasriadi meminta agar Polres Baubau terus melakukan pengecekan harga setiap saat. Dengan begitu, harga akan bisa terkendali.

“Saya tidak mau kita turun di lapangan harganya normal. Setelah pulang, besok atau lusa harganya naik lagi. Makanya saya berharap kepada pihak kepolisian, kalau bisa setiap hari dicek karena masyarakat mengeluh,” katanya.

Anggota DPRD Baubau, La Ode Abdul Tamin meminta agar ada tindakan tegas dari pemerintah kepada distributor yang kedapatan mempermainkan harga.

“Harus ada ketegasan. Bila didapatkan ada oknum memanipulasi harga maka cabut izin usahanya,” katanya. (Adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

Latest Articles