Selasa, Januari 13, 2026

Mudik Pakai Bodi Batang, Puluhan Mahasiswa Busel Telah Dikarantina dan Diperiksa Kesehatannya

SATULIS.COM, Buton Selatan – Kabar adanya puluhan mahasiswa asal Buton Selatan (Busel) Sulawesi Tenggara (Sultra), yang pulang kampung (Pulkam) menggunakan kapal Bodi batang ditengah maraknya penyebaran Covid-19, membuat resah sejumlah warga.

Kabar Pulkamnya puluhan mahasiswa itu menggunakan jalur yang tidak biasa, dibenarkan Kapolsek Sampolawa, Iptu Imran. Menurut Imran, tercatat ada dua rombongan mahasiswa asal Busel yang pulang menggunakan bodi batang.

“Jadi benar, pada tanggal 31 Maret 2020 pukul 02:00 Wita dini hari, telah tiba di posko Bahari, Kecamatan Sampolawa, mahasiswa dari Kendari sebanyak 24 orang, dengan mengunakan bodi batang,” beber Imran saat di konfirmasi via telepon, Sabtu (03/04/2020).

Untuk rombongan kedua kata Imran, merupakan mahasiswa asal Busel yang kuliah di Makassar. Rombongan ini berjumlah 33 orang. Tiba pada tanggal 1 April 2020, sekira pukul 08.00 wita di posko empat Covid-19, Kecamatan Sampolawa.

“Ada empat orang asal Batuatas. Rombongan ini dijemput pakai bodi rawe dari Desa Makmur atas permintaan orang tua mereka,” kata Imran.

Meski begitu kata Imran, masyarakat tidak perlu kuatir. Rombongan mahasiswa yang tiba tersebut, langsung dijemput oleh tim terpadu yang terdiri dari paramedis, Kepolisian, perangkat desa dan relawan untuk diambil data dan diperiksa kesehatannya.

Bahkan para mahasiswa itu, belum diperbolehkan pulang dan sempat menjalani karantina di gedung Madrasah Tsanawiyah (MTs), desa Bahari, Kecamatan Sampolawa.

“Mahasiswa yang baru datang ini ditetapkan statusnya sebagai ODP, jadi harus dikarantina dulu selama 14 hari. Dua hari kita karantina di gedung MTs, tapi karena permintaan keluarga, akhirnya mereka dikarantina secara mandiri dirumah masing-masing,” jelas Imran.

Lebih lanjut dikatakan Imran, kepulangan para mahasiswa itu, diinisiasi sendiri oleh orang tua mereka.

Baca Juga :  Optimis, Pulau Kawi-kawia Milik Buton Selatan

“Mereka (Mahasiswa) dijemput langsung dari Kendari dan Makassar. Tidak ada campur tangan pemerintah. Itu. Itu atas permintaan orang tua masing-masing,” tutupnya. (Adm)

Peliput : Firman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

Latest Articles