SATULIS.COM, Buton Tengah – Anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) asal komisi I dari partai Golongan Karya (Golkar) dan Nasional Demokrat (Nasdem) melakukan kunjungan ke pasar Watolo, kecamatan Mawasangka.
Kedatangan 2 anggota DPRD dari komisi I tersebut terkait dengan insiden yang memilukan beberapa waktu lalu terhadap pedagang asal Lombe yang di perlakukan kurang manusiawi.
Saadia, srikandi partai Golkar asal Mawasangka yang di temui usai pertemuan dengan pihak Muspika di pasar mengaku sangat geram dengan tindakan kepala pasar yang semena mena terhadap para pedagang.
“Kedatangan kami disini untuk mengkonfirmasi kejadian yang menimpa pedagang Lombe yang datang berdagang namun di usir oleh kepala pasar,” ujar Saadia yang di temui di pasar, Jum’at (01/05/2020).
Kejadian tersebut di ketahui oleh Saadia atas aduan masyarakat pada Rabu (29/04) lalu. Kepala pasar atas nama Irfan dianggap telah melakukan pengusiran terhadap pedagang asal Lombe, sebab sayur yang di perjual belikan katanya berasal dari Muna daerah terdampak covid-19.
“Saya dapat laporan katanya Irfan ini melakukan pengusiran kepada saudara kita dari Lombe saat berdagang. Mereka di usir dan di bentak karena membawa sayur dari Muna” kata Saadia dengan sedikit kesal.
Selain membentak, tambah Saadia, para pedagang asal Lombe di giring ke dekat jembatan tanpa membawa barang dagangannya.
“Orangnya di marahi, jualannya (sayur dan buah) di tinggal dalam pasar. Atas kejadian ini pedagang banyak yang rugi jutaan rupiah kasian,” bebernya.
Di tempat terpisah, La Ode Alim Alam saat bertemu dengan kepala pasar mengaku sangat kesal. Pasalnya saat memberi nasehat, Ia seolah di acuhkan.
“Anda ini saya lihat semacam sombong. Saat kita bicara anda (irfan) hanya cengar cengir. Hargailah orang kalau lagi bicara. Saya minta maaf ini mungkin kita yang lebih tua, tapi kita tidak boleh angkuh, etika yang di utamakan,” katanya
Usai memberikan masukan kepada kepala pasar, politisi Nasdem ini menyampaikan kepada Muspika yang sempat hadir agar segera mengevaluasi kinerja kepala pasar.
“Tolong kepala pasarnya di evaluasi. Masa tidak punya etika seperti ini di pertahankan,” sentilnya.
Di ketahui, pada Rabu (29/04) lalu Muspika sempat melakukan himbaun kepada para pedagang luar Mawasangka. Dalam himbauannya semua pedagang asal Muna yang membawa sayuran atau buah untuk menempati Ex pasar sore.
Penempatan itu bersifat sementara mengingat Muna masuk sebagai zona merah pandemi covid-19. (Adm)
Peliput : Arwin
