Rabu, Januari 14, 2026

Butuh Uluran Derma, Remaja Asal Polindu Alami Kanker Tulang

SATULIS.COM, Buton Tengah – Sungguh malang nasib La Sali (15) remaja asal desa Polindu, kecamatan Mawasangka, kabupaten Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) terpaksa harus melawan penyakit yang di deritanya.

Remaja yang duduk di bangku SMPN 18 Buteng mulai merasakan sakit saat dirinya masih duduk di bangku SMP kelas 8. Sakit yang di alami bermula saat remaja tersebut bermain bola voli dan sempat terkilir di sekolahnya.

Awalnya sakit tersebut tak di hiraukannya, namun seiring waktu rasa sakitnya mulai terasa di ikuti dengan bengkak yang mulai menonjol.

“Tangan kanannya membengkak sebesar paha orang dewasa di ikuti benjolan di bagian lehernya kasian,” kata La Gunti ayah remaja ini yang di temui di kediamannya malam tadi, Senin (25/05/2020).

Menurut La Gunti (50), berbagai upaya sudah di lakukan untuk mengobati anaknya, termaksud membawanya ke orang pintar (dukun urut) namun tidak membawa perubahan.

Ia merasa sedih melihat anaknya tiap hari mengeluhkan sakit yang tidak terkira.

“Kasian kadang dia (La Sali) mengeluh sakit di punggung bagian bawah saat duduk. untuk makan dan minum, kadang dia harus dibantu,” ucapnya.

Tak putus asa, La Gunti bersama istri kemudian membawa anaknya beberapa kali ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis, namun tidak membuahkan hasil.

Bengkak di bagian tangan kanan dan leher anaknya terus membesar. Walau dengan penghasilan 400-500/bulan La Gunti bersama istri terus berupaya mengobati buah hatinya.

“Karena tidak jelas pengobatannya di puskesmas, akhirnya La Sali di bawa kerumah sakit Siloam. Hasil pemeriksaan dokter, katanya anakku alami kanker tulang,” sedihnya.

Mendengar keterangan itu, La Gunti dan istri hanya bisa menangis terisak meratapi nasib malang anaknya. Ia tidak bisa membayangkan kalau anaknya yang riang tidak bisa bermain dengan anak sebayanya, terlebih lagi mungkin akan berhenti sekolah akibat penyakit yang di deritanya.

Baca Juga :  Cari Pasien Positif Covid-19 yang Lari, Bupati Buteng Libatkan TNI/Polri

Meski begitu sebagai orang tua seolah itu membuat mereka tidak pernah putus asa. Jalan alternatif pun di tempuh dengan mengajukan operasi.

“Operasinya lagi menunggu perkembangan corona ini. Sementara tiap hari ini anakku mengalami sakit dan bengkak di tangan dan lehernya membesar terus,” kisahnya.

Berbekal kartu BPJS dari pemerintah Buteng, Ia dan istrinya yakin kalau anaknya akan mendapatkan kesembuhan. Namun dirinya tidak menampik kalau mereka juga butuh uluran tangan dari derma yang ada.

“Sebagai orang tua saya berharap agar anak saya di beri kesembuhan. Saya juga sebenarnya butuh bantuan kasian untuk anak saya ini jangan sampai biaya pengobatannya mahal sementara kita ini hanya petani,” pintanya.

Diketahui, Sali pria remaja pasangan La Gunti dan Hasia (49) saat ini hanya bisa terbaring lemas tak berdaya dengan menahan rasa sakit yang sangat.

Tubuh yang mestinya sedang tumbuh dan berkembang tersebut kini terlihat sangat kurus. Sesekali Ia mengeluh sakit di bagian lengah kanannya. (Adm)

Peliput :Arwin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

Latest Articles