Rabu, Januari 14, 2026

Warga Buteng di Hebohkan Penemuan Sesosok Mayat Terapung

SATULIS.COM, Buton Tengah – Warga Madongka, kecamatan Lakudo, Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) di hebohkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang berada di perairan desa One waara.

Saat di temukan, mayat yang belakangan di ketahui bernama La Aminu (60) tinggal di kelurahan Sukanayo, kecamatan Kokalukuna kota Bau Bau tersebut tanganya masih terikat dengan sebuah tali yang ada di kapal bodi batang miliknya.

Ketgam : Kepolisian saat mengevakuasi jenazah korban di bantu warga, Minggu (14/06/2020) (Satulis/Arwin)

Kapolsek Lakudo, Akp Halim Kaonga SH saat di konfirmasi membenarkan bahwa telah di temukan seorang mayat di perairan One Waara oleh warga.

“Informasinya dari warga bernama La Minggu (30) dan La Ili (50) bahwa ada warga yang meninggal di laut dalam kondisi terikat di kapalnya (bodi batang),” ucap Halim Kaonga saat di konfirmasi via WhatsAppnya, Minggu (14/06/2020).

Mendapat laporan tersebut, Ia kemudian memerintahkan jajarannya untuk menuju tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat di lokasi Almarhum (La Aminu) di temukan sudah tak bernyawa. Kondisi saat di temukan korban memakai baju dan sempak (celana dalam),” katanya.

Menurut keterangan keluarga, masih kata Halim, almarhum terakhir meninggalkan rumah pada Sabtu (13/06/2020) untuk menjaring ikan.

“Dari keterangan anaknya korban bahwa Almarhum ayahnya terakhir meninggalkan rumah pada hari Sabtu tanggal 13 juni 2020 sekitar jam 04.00 wita, dengan tujuan mencari ikan di perairan teluk Desa One Waara dengan menggunakan bodi batang,” bebernya.

Saat di konfirmasi penyebab kematian korban, Kapolsek dengan tiga balok di pundak itu menuturkan sudah melakukan langkah langkah dengan pihak medis untuk di lakukan visum, namun pihak keluarga tidak mau melakukannya.

“Kami sampaikan ke anak korban untuk dilakukan VER di RS Palagimata Kota.Baubau, namun keluarga dan anak korban meminta kepada Pihak Kepolisian agar jenazah ayahnya tidak perlu lagi di visum karna menurut keluarga dan kesepakatan dari semua keluarga bahwa kejadian tersebut adalah murni tenggelam dan sebagai musibah dan takdir yang mereka sudah ikhlas dan terima atas kematian keluarga mereka,” pungkasnya (Adm).

Baca Juga :  Salurkan Sembako Kepada 851 KK di Kelurahan Gu, Samahuddin: Warga Harus Ikhlas Terima

Peliput : Arwin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

Latest Articles