SATULIS.COM, Buton – Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo menunjukkan komitmennya untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Komitmen itu disampaikan Edhy Prabowo dalam rapat bersama Pemda Buton, Rabu (15/07/2020).
Bupati Buton, Drs La Bakry mengatakan, dalam rapat kerja tersebut, Edhy Prabowa mengikutsertakan Dirjen lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Penasihat Bidang Ekonomi Maritim Prof. Dr. Laode Masihu Kamaluddin.
“Pada rapat kerja tersebut kami mempresentasikan tentang potensi pengembangan perikanan di Kabupaten Buton antara lain tentang rencana pembangunan Sentra Industri Perikanan di teluk Kamaru, pemanfaatan teluk Kapontori untuk kegiatan budidaya terintegrasi, peningkatan kapasitas PPI Pasarwajo, dan rencana pendirian Perguruan Tinggi berbentuk Politeknik Kelautan dan Perikanan di Koholimombono Kecamatan Wabula,” jelasnya.
Disamping itu, La Bakry turut menggambarkan tentang potensi sektor pertambangan, khususnya tambang aspal sebagai salah satu sektor unggulan Kabupaten Buton.
Dikatakan La Bakry, menanggapi pemaparan itu, Menteri Edhy Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap kesungguhan Pemda Buton dalam upaya memanfaatkan potensi daerah untuk kemajuan Kabupaten Buton.
Lebih lanjut Edhy Prabowo langsung menginstruksikan beberapa hal kepada jajaran kementerian yang dipimpinnya, yakni Dirjen Perikanan Budidaya untuk meninjau kelayakan Teluk Kapontori untuk dijadikan Kawasan Budidaya komodita perikanan seperti ikan kerapu, kakap, baronang dan lobster.
“Jika memungkinkan akan dibangun Hatchery dan pembenihan di Kawasan teluk Kapontori,” jelasnya.
Kemudian Dirjen Perikanan Tangkap agar memberi perhatian penuh terhadap kegiatan perikanan tangkap. Termasuk pengadaan kapal perikanan 100 GT untuk memanfaatkan potensi perikanan tangkap WPP 713 pada perairan laut banda dan WPP 714 di laut flores.
Selanjutnya, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan agar melakukan upaya Revitalisasi atas PPI Pasarwajo dan PPI Kamaru serta menambah kapasitas Cold Storage untuk menampung hasil tangkapan yang lebih besar.
Terakhir, Kepala Badan Riset dan Sumberdaya Manusia diminta agar usul pendirian Politeknik Kelautan dan Perikanan ditindaklanjuti sehubungan dengan telah disiapkannya tanah seluas 12 Ha oleh Pemerintah Kabupaten Buton.
Dalam rapat kerja tersebut, Menteri Edhy Prabowo meminta pendapat Prof. Masihu Kamaluddin tentang prospek pengembangan perikanan di Buton.
“Beliau menyampaikan bahwa pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Buton sudah sejak tahun 1997 digagas dengan program Town Ship yang dibiayai oleh Pemerintah Denmark, namum tidak dapat dilanjutkan karena di Indonesia terjadi Krisis Ekonomi di tahun 1997,” bebernya.
Pada akhir rapat kata La Bakry, menteri menyampaikan agar Pemda Buton beserta jajarannya menindaklanjuti hasil rapat dengan senantiasa berkoordinasi dan menyiapkan data-data pendukung yang dibutuhkan dengan para Dirjen/Direktur berkenan. (Adm)
