SATULIS.COM, Buton Tengah – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sebangka Sehope menggelar pelatihan Program Kecakapan Keterampilan (PKK) tata busana level 2 di Kecamatan Mawasangka, Rabu (15/09/2020).
Program Kecakapan Keterampilan tersebut dibuka langsung oleh kadis PK Buteng Abdullah SPd, dan sekaligus menyerahkan bantuan alat peraga kepada para peserta didik.
Kegiatan yang rencananya akan berjalan selama 3 bulan itu terselenggara atas dorongan pemda Buteng melalui dinas PK kepad PKBM Sebangka Sehope dan LKP Saradifa yang berasal dari Muna.
Saat membuka program PKK tersebut, Abdullah, mengatakan program PKK bertujuan mendidik dan melatih masyarakat dengan keterampilan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
“Memungkinkan ke depan harapannya peserta memiliki kompetensi di bidang keterampilan tertentu yang dibuktikan dengan sertifikasi kompetensi untuk bekerja dan terserap di dunia usaha ataupun dunia industri,” ucap Abdullah
Sehingga melalui pendidikan keterampilan seperti ini, lanjutnya, semua masyarakat memiliki peluang untuk bisa meningkatkan taraf perekonomian keluarga.
“Apalagi kegiatan ini langsung diberikan sertifikat yang nantinya bisa dipakai dalam dunia usaha, baik daerah maupun nasional,” tuturnya
Menyinggung tentang Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Buteng rendah di banding beberapa daerah di Sultra, Abdullah, tidak menampik hal itu.

“Memang IPM kita rendah. Namun saat ini kita akan terus mendorong agar hal itu bisa meningkat, salah satu dimensi yang diangkat adalah pengetahuan yakni dengan mengawinkan satuan pendidikan penyelenggara kursus dan pelatihan dengan Dunia Usaha-Dunia Industri (DUDI), UMKM dan program pendukung lainnya,” ujarnya.
Sementara itu ketua PKBM Sebangka Sehope, Gafaruddin saat ditemui menuturkan penyelenggaraan kursus dan pelatihan yang dilaksanakan merupakan program kedua setelah tata rias yang sempat terhambat.
“Saat itu kita terkendala tidak mampu melakukan uji kopetensi dan fasilitas yang kurang memadai. Namun sekarang kita menggandeng LKP Saradifa,” katanya.
Dengan adanya LKP Saradifa, tambah Ulin sapaan karibnya, maka PKBM Sebangka Sehope bisa melaksanakan kegiatan sekaligus melakukan uji kopetensi.
“Saya tidak bisa melakukan uji kopetensi, makanya kami libatkan LKP. Sebab, mereka punya SK dari Kementerian. Dari itu mereka akan melihat apakah PKBM ini layak nanti untuk TUKS (Tempat Ujian Kopetensi Sementara) kedepan,” bebernya.
Dalam penyelenggaraannya, PKBM Sebangka Sehope kini telah memiliki peserta didik dengan usia produktif dari kalangan tidak mampu.
“Peserta yang dilatih itu sebanyak 20 orang dengan kriteria umur 15 – 30 tahun, yang terdiri dari remaja maupun ibu ibu yang belum memiliki keterampilan, karena putus sekolah, sedang belajar paket B atau C serta mereka yang tidak mampu dari segi ekonomi dan mereka yang tuna wicara (bisu). Tapi untuk saat ini ada juga yang dari pendidikan formal seperti SMA, karena mau belajar,” katanya.
Dalam pembelajarannya nanti, masih kata Ulin, para peserta akan diajarkan bagaimana cara membuat masker, celemek, rok, celana dan baju.
“Selama tiga bulan kita akan bekali semua untuk mengantisipasi soal dari pusat. Tidak menutup kemungkinan soal yang datang di suruh buat salah satunya,” ungkapnya.
Kedepan jika program tersebut terus berjalan, Ia berencana akan menggandeng pemerintah desa agar masyarakatnya yang telah putus sekolah bisa diberdayakan melalui program ini.
“Tadi saya juga undang pemerintah desa dan yang hadir itu ada 18 Sekdes. Saya sampaikan pada mereka agar warganya yang putus sekolah atau nganggur bisa belajar disini atau didesanya dan kita bisa menjadi mitra. Apalagi mereka punya dana pemberdayaan yang ada didesa, dan nantinya kami akan hadir sebagai tutor,” tutupnya. (Adm)
Peliput : Arwin
