SATULIS.COM, WAKATOBI– Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-18 tahun Kabupaten Wakatobi sebagai daerah otonom dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi, sekaligus berperan sebagai pembina upacara.
Peringatan HUT Kabupaten Wakatobi yang ke -18 tahun ini mengangkat tema “Mari kita meningkatkan ke bersamaan dan kolaborasi untuk mewujudkan Wakatobi sentosa” dan pelaksanaan upacara langsungkan di lapangan merdeka Kabupaten Wakatobi kecamatan wangi-wangi, yang di awali pembacaan sejarah pemekaran Kabupaten Wakatobi, di bacakan Sekda wakatobi H La Jumadin.
Gubernur Sultra Ali Mazi dalam pidatonya menyatakan bahwa Wakatobi sebagai salah satu kawasan strategis pariwisata nasional yang memiliki posisi penting dalam pengembangan pariwisata di Indonesia.
Potensi tersebut, kata dia. menjadi suatu kewajiban untuk tetap dijaga kelestarian untuk keberlanjutan pembangunan daerah wakatobi.
“Saya yakin dengan didukung oleh karakteristik masyarakatnya yang religius, hidup rukun dan damai, serta memiliki etos kerja tinggi, maka potensi tersebut, telah menjadi urat nadi dan berkontribusi besar bagi peningkatan perekonomian masyarakat wakatobi khususnya,” ujarnya.
Lebih lanjut Ia, menyampaikan bahwa dirinya akan mendukung penuh berbagai kebijakan pemerintah kabupaten wakatobi, dalam rangka mewujudkan visi pembangunan daerah, yakni menjadikan wakatobi sebagai kabupaten Konservasi Maritim Yang Sehat, Cerdas, Sejahtera Dan Religius (Sentosa).
“Saya menitip pesan dan harapan kepada bupati dan wakil bupati wakatobi, serta segenap elemen bangsa untuk terus mengelola dan memelihara secara optimal aset berharga yang ada di daerah ini, agar memberi kemaslahatan yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat wakatobi khususnya, dan bagi provinsi sulawesi tenggara secara umum,” harapnya.
Lebih jauh orang nomor satu di Sultra ini menyampaikan bahwa pihaknya juga akan berupaya memastikan program pembangunan antar wilayah di Sultra, senantiasa saling bersinergi, baik sinergi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota, maupun sinergi antara sesama pemerintah kabupaten/kota se-sulawesi Tenggara.
“Selaku pimpinan daerah provinsi sulawesi tenggara, kami telah berkomitmen dalam satu visi pembangunan daerah ” periode 2018-2023, yaitu ” mewujudkan sulawesi tenggara yang aman, maju, sejahtera dan bermartabat, yang diupayakan melalui strategi pendekatan gerakan akselerasi pembangunan daratan dan lautan/kepulauan, yang dikenal dengan akronim “garbarata,” ungkap. (Adm)
Penulis: Arjuno
