SATULIS.COM, BAUBAU – Meski berada diperingkat tertinggi untuk inflasi di Sulawesi Tenggara pada bulan Oktober 2025 dalam pengendalian inflasi hingga berada di zona merah papan tertinggi, namun di akhir tahun 2025, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang telah melakukan beberapa upaya dan akhirnya berhasil menutup tahun 2025 dengan inflasi terbaik terendah.
Bahkan, bukan hanya untuk Sulawesi Tenggara, namun Kota Baubau berhasil menjadi nomor dua nasional terbaik dalam hal pengendalian inflasi.
Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc saat memimpin apel gabungan seluruh ASN Pemkot Baubau di halaman upacara Kantor Wali Kota Baubau Palagimata pada, Senin (12/01/2026).
Keberhasilan Kota Baubau menjadi nomor dua nasional dalam hal pengendalian inflasi menurut Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc tidak terjadi dengan sendirinya karena berkat kerja sama dinas-dinas terkait dan tentu semua yang terlibat dengan intervensi yang di lakukan maka hanya dalam waktu 3 bulan sudah merubah yang tadinya zona merah menjadi zona biru dalam pengendalian inflasi di Sultra dan Nasional.

Oleh karena itu, sudah harus mengambil contoh dari kejadian ini bahwa Kota Baubau mampu menyelesaikan masalah. Bahwa sedikit demi sedikit tetapi kita keroyokan kerjanya distulah esensi dari kerja bersama.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada dinas-dinas yang terkait dalam TPID dan kepada bapak ibu semua yang ikut terlibat secara langsung didalam aksi-aksi yang dilakukan untuk penanggulangan inflasi di akhir tahun 2025,” ujarnya.
Wa Ode Hamsinah Bolu mengakui, jika melihat kebelakang dan jujur menilai di tahun 2025 maka apa yang sudah dilakukan dan apa yang sudah dicapai bersama di tahun 2025 tentu ada hal-hal yang positif, akan tetapi juga harus jujur bahwa masih ada hal-hal yang belum sempurna dilaksanakan. Dan itu bukan berarti pesimis atau tidak menghargai hasil usaha sendiri tetapi justru ada motifasi bahwa kedepan akan lebih baik lagi.
”Saya pun menyadari pada tahun 2025 kemarin, rasanya kita tidak bisa berlari lebih atau secara sempurna, karena kita mengawali 2025 di pemerintahan kami di bulan Maret 2025 dan kemudian ada efisiensi anggaran yang sedikit banyak berpengaruh terhadap kegiatan kita dan pada akhirnya berpengaruh terhadap kinerja kita semua,” bebernya.
“Sehingga saya berterima kasih kepada bapak ibu kepala OPD dan ASN dan Non ASN kita bisa menyelesaikannya meskipun untuk saya sendiri rasanya kita menginginkan lebih baik lagi. Semoga apa yang belum bisa kita lakukan di tahun 2025 bisa kita lakukan di tahun 2026 ini,” imbuhnya. (Adm)
