Buton Dimata Umar Samiun (Selesai)

*Aspal dan Provinsi Kepulauan Buton Bakal Kembalikan Kejayaan Buton.

Kerajaan maupun Kesultanan Buton sempat merasakan kejayaan dimasa lampau. Namun pasca menyatakan bergabung dengan NKRI, Buton kian tertinggal bahkan masuk dalam ketegori wilayah tertinggal. Mungkinkah kejayaan masa lampau dapat diraih kembali? Provinsi Kepulauan Buton adalah jawabannya.

Catatan : Gunardih Eshaya

Setelah masa transisi yang ditandai degan penghapusan swapraja, maka seluruh wilayah kesultanan Buton bergabung dengan NKRI. Saat itu, Buton sempat menjadi ibukota provinsi sebelum kemudian dipindahkan di Kendari sekitar tahun 1964. Memang sampai saat ini masih menguak sejumlah pertanyaan besar bagi generasi penerus Buton, apa  alasannya sehingga secara tiba-tiba ibukota dipindahkan tanpa alasan yang jelas dari Buton ke Kendari. 

Terlepas dari itu semua, saat ini kondisi Buton sudah menjadi daerah otonom sendiri yang dikaruniai sumber daya alam yang begitu melimpah, yakni aspal. Dengan kekayaan warisan leluhur itu, diyakini Buton kedepan akan menjadi daerah yang lebih maju dibanding daerah lain dalam Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) serta beberapa daerah lainnya di Indonesia, semisal Balik Papan dan Samarinda yang memiliki potensi batu baranya. 

Hal itu dikarenakan aspal buton memiliki panjang 74 Km dari utara sampai selatan, panjang pinggang 24 km dan kedalaman yang mencapai 1 km atau 1000 meter. Yang patut menjadi kebanggaan, seiring perkembangan teknologi, pemanfaatan aspal di negeri China ternyata tidak lagi hanya menjadi bahan mentah pembuatan jalan melainkan bisa dijadikan sebagai minyak.

“Kita baru mengetahui kalau aspal itu adalah minyak. Untuk diketahui minyak ditanah buton terperangkap dikedalaman 3000 hingga 4000 meter. Karena sering terjadi beberapa kali patahan mengakibatkan minyak itu menguap yang tercampur tanah dan menjadi aspal,” jelas Samsu Umar Abdul Samiun.

Baca Juga :  Buton Dimata Umar Samiun (Bagian III)

Oleh pengusaha China kata Umar Samiun, telah mengontrak aspal Buton pada 2013 sebanyak 6 juta ton dengan fee yang bisa diterima daerah mencapai Rp 300 miliar. Dengan kekayaan ini dipastikan PAD Kabupaten Buton ditahun 2016 bisa mencapai Rp 1,6 triliun.

Namun begitu, meski telah membuat komitmen dengan pengusaha China, Pemkab Buton tetap melakukan monitoring jalannya kerjasama yang dibangun. Sebab di pahami dalam bisnis tambang banyak mafianya.

“Selama masih menguntungkan bagi daerah dan masyarakat, kerjasama kita tetap jalankan. Jika tidak, maka kita akan berpikir untuk mencari investor lain,” tutur Umar Samiun.

Umar Samiun meyakini para leluhur Buton telah menjanjikan kekayaan sumber daya alam untuk diwariskan kepada anak cucu dan masyarakat Buton seutuhnya. Tinggal menunggu momen yang tepat, pemimpin yang ikhlas, berinovasi, kredibel dan hasilnya diberikan semua kepada daerah maka rahmat Allah akan dibuka.

“Ini yang kemudian menjadi warisan leluhur kita yang nantinya akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Buton seutuhnya. Saya yakin kedepan banyak masyarakat Buton yang di negeri rantau akan kembali kedaerah dan bekerja di daerah,” tugasnya.

Terlebih lagi cita-cita, impian dan harapan masyarakat eks Kesultanan Buton untuk membentuk provinsi baru yang bernama Buton Raya kian nyata dengan terbentuknya dua daerah otonom baru yang lahir kembar secara bersamaan, yakni Buton Tengah (Buteng) dan Buton Selatan (Busel).

Gayung bersambut, keinginan itu juga mendapat respon baik dari Gubernur Sultra Nur Alam yang memang dalam janji politik priode keduanya sebagai Gubernur Sultra menjanjikan pembentukan propinsi Buton Raya untuk masyarakat pulau Buton. Tidak ada alasan untuk menghalangi proses pemekaran jika semua persyaratan sebagaimana tertuang dalam Undang-undang telah terpenuhi.

Baca Juga :  Pesta Adat Maataano Santa Dorong Umar Samiun di Pilgub Sultra

“Jadi kalau aturannya terpenuhi, tentu itu bisa kita lakukan pengusulan. Sekali lagi selama pertimbangan adminstratif, teknis dan kewilayahan serta tuntutan politis terpenuhi, maka syarat-syarat itu menjadi kewajiban kita penuhi untuk dilakukan pengusulan satu wilayah DOB Provinsi,” kata Nur Alam disela-sela safari Ramadhannya bersama masyarakat di lapangan Merdeka Kota Baubau, (2/7).

“Insya Allah saya akan bertahan sekuat tenaga untuk memperjuangkan dan cepat merealisasikan pemekaran Provinsi Kepulauan Buton seperti yang dicita-citakan bersama. Jika itu dapat kita realisasikan, disaat itulah kejayaan Buton dimasa lampau akan dikembalikan,” tukas Umar Samiun. (***)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

Latest Articles