SATULIS.COM, BUTON SELATAN – Sekertaris Dinas Pertanian Kabupaten Buton Selatan bersama rombongan melakukan kunjungan sekaligus koordinasi kerjasama pengembangan pertanian di Kabupaten Buton Selatan. Beberapa komoditas yang menjadi fokus untuk dikembangkan antara lain tanaman padi, bawang merah, jeruk serta ternak ayam, itik dan kambing.
Selain itu, dilakukan penyerahan 4 tanda daftar Varietas lokal padi, yaitu Bae Sampolawa, Bae Lawolio, Bae Tondombulu dan Bae Jangku Bembe yang telah resmi terdaftar sebagai varietas padi lokal Kabupaten Buton Selatan di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perijinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian, Melalui Balitbangtan BPTP Sulawesi Tenggara (Sultra) menyerahkan Tanda Daftar Varietas tersebut.
Kegiatan penyerahan dilakukan oleh Kepala Balitbangtan BPTP Sultra Muhammad Sidiq, STP, MM yang diterima langsung oleh Sekertaris Dinas Pertanian Kabupaten Buton Selatan La Ode Muhammad Mustari, SP MSi, yang dihadiri oleh Koordinator Jabatan Fungsional, Koordinator program serta Peneliti Balitbangtan BPTP Sultra, Rabu (01/12/2020).

Kepala Balitbangtan BPTP Sultra Muhammad Sidiq menyampaikan bahwa BPTP mempunyai tugas untuk menjembatani komoditas dan teknologi pertanian dengan petani. Balitbangtan menghasilkan teknologi kemudian diujikan secara spesifik lokasi dan menjadi rekomendasi untuk dapat digunakan. Semua sumberdaya genetik tanaman lokal yang ada di daerah perlu didaftarkan di PPVTPP Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Menurutnya, dengan terdaftarnya varietas padi lokal sebagai bentuk upaya menjaga kelestarian sumberdaya genetik tanaman lokal Kabupaten Buton Selatan, memperjelas nama varietas, dan memperjelas hubungan hukum antara varietas yang bersangkutan dengan pemiliknya atau penggunanya (jelas kepemilikannya).
“Tidak hanya sampai disini, diharapkan dengan sudah terdaftarnya varietas lokal, pemerintah daerah dapat mengembangkan varietas ini sebagai materi genetik, produk unggulan lokal, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi, tidak hanya untuk daerah namun juga para petani yang membudidayakannya turun temurun” terang Muhammad Sidiq

“Untuk meningkatkan produktivitas padi varietas lokal Buton, perlu adanya sentuhan teknologi dan BPTP siap bekerjasama untuk melakukan pendampingan,” ujar Muhammad Sidiq
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Buton Selatan La Ode Muhammad Mustari, SP, M.Si memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada BPTP Balitbangtan Sultra yang telah mendaftarkan varietas padi lokal daerah untuk menjadi produk lokal yang akan dikembangkan. Varietas padi lokal yang telah didaftarkan merupakan hasil kerja sama dengan Balitbangtan BPTP Sultra.
Sebelum melakukan penerimaan tanda varietas, rombongan melakukan kunjungan ke beberapa sarana diseminasi teknologi pertanian hasil Badan Litbang, diantaranya ternak kambing Boerka, ayam kampung unggul KUB, Ayam kampung unggul Sensi-1, ayam kampung unggul Gaoksi, Ternak Itik Alabio Master, itik Mojosari Master dan itik Master. Rombongan Dinas Pertanian Buton Selatan melanjutkan kunjungannya ke taman agro inovasi pertanian.

Bupati Buton Selatan, La Ode Arusani menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada semua pihak atas terdaftarnya 4 varietas padi lokal Buton Selatan. Telah terdaftarnya 4 varietas lokal asal Buton Selatan di Kementan, tentunya memiliki hak paten. Ke empat jenis varietas tersebut telah terdaftar secara resmi menjadi milik masyarakat Buton Selatan. Pendaftaran empat jenis varietas padi itu sebagai cara untuk melindungi varietas padi asli Buton Selatan.
“Beberapa jenis varietas lokal ini tentunya harus terus di kembangkan, jangan sampai produk lokal kita di akui oleh daerah lain. Kita Berharap Kabupaten Buton Selatan dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan kedaulatan pangan di tingkat Provinsi dan Nasional,” tambahnya. (****)
