Jaga Perbatasan Buteng-Muna, Tim Covid-19 Keluhkan Minimnya APD.

SATULIS.COM, Buton Tengah – Meningkatnya angka kasus covid-19 di Sulawesi Tenggara (Sultra) seperti yang dirilis oleh tim gugus provinsi melalui jubirnya, dr Rabiul Awal (19/04) yang mengatakan ada tren peningkatan pada warga yang positif terpapar corona hingga memaksa medis yang jaga di perbatasan Buton Tengah (Buteng)-Muna di tuntut agar lebih waspada lagi.

Namun anehnya, penjagaan yang dilakukan oleh gugus tugas di perbatasan mengeluhkan kurangnya perlengkapan diri yang memadai.

Walau begitu, tim yang tergabung dari beberapa tenaga kesehatan (medis), desa dan Satpol PP ini masih sangat antusias dan semangat menjaga pintu masuk Buteng dan Muna tersebut.

“Kami disini masih tetap semangat. Untuk penjagaannya kami aplosan dengan desa dan di buat bersambung (Shif). Untuk masing masing tim berjaga dari pagi sampai jam 3 sore dan berikutnya di isi oleh teman desa bersama medis dari pustu desa Lakapera,” ujar Saidin, ketua gugus covid-19 Gu di perbatasan.

Sejauh ini, kendala yang sekarang di hadapi di lapangan oleh petugas medis, masih kata Saidin adalah alat kelengkapan pelindung diri (APD) berupa masker dan baju seperti yang di syaratkan oleh badan kesehatan dunia (WHO).

“Kami sudah 2 minggu berjaga namun kami berharapa relokasi anggaran APBD untuk kelengkapan medis di segerakan. Mungkin itu yang kami butuhkan di perbatasan.untuk sekarang kami hanya punya cairan disinfektan, masker biasa, alat rapied test,” ungkapnya. (Adm)

Peliput : Arwin

Baca Juga :  Subsidi BBM Tembus Rp 150 Triliun Setahun, Begini Titah Bahlil

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

Latest Articles