Viral Video Penyemprotan Disinfektan Verry Mawasangka, Sekcam Pertanyakan Protapnya

SATULIS.COM, Buton Tengah – Puluhan penumpang kapal verry Madidihang Kabaena-Mawasangka yang tiba pada Senin (27/04/2020) sore yang langsung di lakukan penyemprotan disinfektan saat keluar dari verry Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) di pertanyakan.

Pasalnya, berdasarkan visual video dengan durasi 3 menit 24 detik yang beredar menunjukan bahwa penyemprotan yang di lakukan oleh medis atau tim gugus kecamatan sebagai upaya menangkal corona di nilai tidak sesuai standar kesehatan dunia (WHO).

“Itu beredar video penyemprotan penumpang verry dari kabaena , mukanya di semprot. emang SOP nya demikiankah satgas covid mawasangka diarahkan????,” tulis Maulid, Sekcam Kabaena Timur di akun WhatsApp nya, Selasa,(28/04/2020).

Tak hanya itu, om Icad sapaan akrab Sekcam Kabaena Timur, mempertanyakan juga bahan baku penyemprotan disinfektan. Jangan sampai di takutkan mengandung benzalkonium klorida sebab itu sangat berbahaya untuk kulit.

“Bagaimana jika bahan yang di gunakan berbahaya bagi mata. Bagaimana ini medis di Mawasangka mau jelaskan,” herannya.

Menanggapi itu, kepala Puskesmas (Kapus) Mawasangka, Darni yang di temui pagi ini mengaku sangat terkejut. Penyemprotan yang di lakukan oleh jajarannya dianggap sudah sesuai protap kesehatan.

“Iya, kemarin kebetulan yang berjaga kami dan lakukan penyemprotan di dermaga. Kalau misalkan ada yang mengeluh tidak sesuai protap kami minta maaf,” ucap Darni.

Namun untuk memastikan bahwa cairan disinfektan yang di semprotkan aman, Kepala puskesmas ini mengungkapkan bahan apa saja yang di gunakan untuk penyemprotan sehingga masih terbilang baik untuk kesehatan.

“Cairan yang di pakai itu hanya bayclin 1 liter di tambahkan 9 liter air. Biasanya cairan ini juga kami pakai untuk mensterilkan alat disini dan selama kami pakai itu aman, begitupun untuk kulit,” bebernya.

Baca Juga :  DPRD Buteng Bentuk Pansus Dugaan Anggaran Siluman Proyek Dapur SR

Atas kejadian itu, Kepala puskesmas kembali meminta maaf kepada para penumpang verry yang mengaku keberatan dan memastikan kejadian itu tidak akan terulang lagi.

Diketahui, cairan bayclin atau pemutih yang biasa di pakai untuk pembersih noda mengandung sodium hypochlorite (natrium hipoklorit) dengan konsentrasi 5.25 persen yang di percaya dapat membunuh virus corona. (Adm)

Peliput : Arwin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

Latest Articles