Warga Resah, Aktifitas AMP PT Golden Prima Diduga Cemari Lingkungan

31

SATULIS.COM, WAKATOBI – Masyarakat desa Sombu, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi diresahkan dengan adanya aktifitas Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Golden Prima yang beroperasi tak jauh dari pemukiman masyarakat Desa setempat.

Asphalt Mixing Plant merupakan sebuah mesin produksi aspal beton (hot mix) yang terdiri dari rangkaian komponen alat-alat/mesin untuk memproses material batuan (aggregate) pasir dan asphalt menjadi produk hot mix yang bervariasi jenisnya, sesuai job mix, dengan desain sesuai kebutuhan dari jenis pekerjaan pengerasan jalan.

Akibat kegitan AMP tersebut, sebagian besar warga Desa Sombu yang terdiri dari 756 jiwa diserang batuk dan flu. Diduga akibat polusi yang dihasilkan dari pekerjaan itu.

- Advertisement -

Tak hanya itu, limbah perusahaan dari mesin yang beroperasi dilokasi pekerjaan juga mencemari lingkungan dan rumah-rumah warga.

“Keluhannya kami masyarakat, terjadi dampak polusi udara. Akibat dari itu berefek juga terhadap air yang dikonsumsi masyarakat Desa Sombu karena debu ini melekat di atap-atap rumah, ketika ada hujan masuk ke bak penampungan dan itu dikonsumsi oleh warga sehingga bisa dikatakan tidak layak konsumsi,” tutur Ramli, warga Desa Sombu, Selasa (6/8).

Dampaknya lanjut Ramli, telah dirasakan warga sejak sekitar tiga bulan lalu mulai beroperasinya AMP PT Golden Prima di kawasan itu.

“Ketika mereka beroperasi asapnya menyebar ke seluruh pemukiman warga. PT Golden Prima melakukan kegiatan setiap sore,” jelasnya.

Dia berharap kegiatan PT Golden Prima itu dihentikan sebab dinilai mengganggu dan merugikan masyarakat sekitar.

“Harapan kami masyarakat agar dilakukan semacam pencegahan agar aktivitas warga tidak terhambat,” harapnya.

Sebelunya, Barisan Orator Masyarakat telah menggelar aksi demonstrasi penolakan aktifitas PT Golden Prima tersebut pada Senin 5 agustus kemarin.

Baca Juga :  Kandang WON, HATI Menang Telak

“Lokasi Asphalt Mixing Plant (AMP) yang berasal di bagaian atas kampung desa Sombu kecamatan Wangiwangi kabupaten Wakatobi sudah sangat menganggu penduduk desa Sombu, warga mengeluhkan dampak lingkungan pengelolaan aspal tersebut seperti asap hitam yang kian mengganggu kenyamanan hidup masyarakat desa Sombu dan bahkan ada beberapa warga yang jatuh sakit flu dan batuk karna menghirup udara kotor dari hasil pengelolaan aspal tersebut,” jelas koordinator aksi, Oleh La Ode Muhammad Syai Roziq Arifin. (Adm)

 

 

 

Peliput : Nuriaman

Komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry