Ribut Soal Tapal Batas di Buteng, Seorang Warga Langkomu Kena Jotos

2140
Ketgam: Polisi dan TNI sedang bersiaga di lokasi pemukulan, untuk mencegah serangan balasan warga. (Foto : Arwin Al-Butuny/SATULIS.com)

SATULIS.COM, BUTON TENGAH – Keributan antar desa kembali terjadi di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Senin (13/01/2020) siang. Kali ini melibatkan dua desa, yakni Desa Langkomu dan Desa Lolibu.

Keributan dipicu soal tapal batas kedua Desa. Saling mengklaim perbatasan antar Desa Langkomu dan dusun Molampino, Desa Lolibu.

Camat Mawasangka Tengah, Razudin,SP yang berada di lokasi mengatakan kejadian semacam ini sudah sering terjadi.

- Advertisement -

“Sudah sering mi keributan seperti ini. Bulan lalu pernah saya pulang jam 1 malam hanya karena masalah seperti ini juga,” kata Razudin.

Salah satu warga Langkomu berinIsial A menuturkan  selain di picu tapal batas, penyebab keributan juga dikarenakan daerah tangkapan ikan warga Desa Langkomu.

“Di laut kadang warga Molampina selalu beri potas dan sejenisnya untuk menangkap ikan. Warga Langkomu sudah  peringatkan. Namun, mereka sekarang mulai memukul,” ujarnya.

Dari pantauan media, saat ini Pihak TNI-Polri sedang bersiaga di lokasi terjadinya pemukulan. Tampak warga membawa berbagai jenis senjata tajam karena tidak menerima rekannya di pukul. Para Kades dan Camat turun tangan mengantisipasi kemungkinan kejadian yang tidak di inginkan. (Adm)


Peliput : Arwin

Komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Baca Juga :  Rehabilitasi Konflik Sosial di Buton, Kemensos Bantu Rp 2,9 Miliar