Pastikan Harga Sembako Stabil, Pemda Buteng Sidak Pasar

183
Ketgam: Kasi trantib, Aslina Kalibu di dampingi Kanit Intelkam, Aipda Sudirman dan Anggota Danramil 1413-04 Mawasangka, Serma Kahar saat pantau harga sembako di pasar, Selasa (24/03/2020). (Satulis.com/Arwin)

SATULIS.COM, BUTON TENGAH – Ditengah mewabahnya virus corona atau covid-19 yang di tetapkan pemerintah pusat sebagai bencana non alam, tersiar kabar di tengah masyarakat Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra) bahwa sejumlah bahan pokok dasar mengalami pelonjakan harga sehingga banyak masyarakat yang resah.

Menanggapi hal itu, Pemda Buteng melalui Pemerintah Kecamatan, bersama Kapolsek serta Danramil 1413-04 Mawasangka (Muspika) pagi tadi melakukan pengecakan dan pergerakan harga barang kebeberapa gudang beras di pasar baru kelurahan Watolo.

Selain itu, komoditas pangan seperti bawah putih, gula, tomat, telur dan beberapa bahan pokok lainnya tak luput dari amatan Muspika.

- Advertisement -

Kasi trantib Kecamatan Mawasangka, Aslina Kalibu yang di temui di sela-sela peninjauan harga menuturkan kegiatan yang di lakukan untuk memantau pergerakan dan memastikan stok barang di pasar masih tetap ada dan harga stabil.

“Iya kami dari kecamatan turun untuk memastikan harga barang jangan sampai melonjak dengan mengambil keuntungan di tengah wabah corona ini,” ucap Aslina, Selasa (24/03/2020)

Dari hasil pantauan di lapangan lanjut Aslina, ada beberapa bahan pokok yang mengalami pergeseran harga di banding minggu sebelumnya namun untuk beberapa bahan pokok lainnya masih stagnan bahkan turun.

“Seperti harga beras ada pergeseran harga di banding minggu lalu. Untuk beras  50kg harga sebelumnya 530 sampai 550, sekarang 600. Sedangkan beras 25kg harga awal 240/karung sekarang 300/karung,” tuturnya.

“Pada jenis sembako yang lain, seperti telur harga awalnya satu raknya 48 ribu menjadi 50 ribu satu rak. Untuk bawang merah 45ribu/kg turun menjadi 35ribu/kg. Tomat masih tetap dengan harga 15rb/kg,” katanya.

Khusus gula, lanjut ibu satu anak itu, hanganya melonjak tinggi di banding bulan sebelumnya. Menurutnya hal itu karena kurangnya stok dari agen.

Baca Juga :  Sarat Kecurangan, Warga Tolak Hasil Pilkades Tolandona Matanaeo

“Gula pasir naik tajam, bulan lalu hanya 630/karung setelah di cek sudah 905ribu/karung. Keterangan penjual katanya karena agen belum mendistribusikan lagi untuk beberapa waktu ini,” bebernya.

Nurjana salah satu pedagang dan penampung beras di pasar baru yang di temui awak SATULIS.COM, mengatakan sampai saat ini harga barang khususnya beras masih stabil. di katakan olehnya, akhir akhir ini stok beras sudah mulai langka di sebabkan beras dari bombana belum masuk.

“Untuk beberapa hari ini harga beras masih normal. Tapi sampai saat ini kondisinya beda, peluang untuk naik harga mungkin, karena pasokan beras dari Bombana belum masuk. Saya harap tidak ada penimbunan,” harapnya. (Adm)



Peliput : Arwin

Komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry