Ketua Lasmura Nilai TGC-19 Buteng Tidak Siap Tangani Pandemi Corona

SATULIS.COM, Buton Tengah – Ketua laskar muda Hanura (Lasmura) Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) Djoysman Mahuzi mengkritik kinerja Tim gugus covid-19 kabupaten yang di nilai lamban dalam penanganan dan pencegahan pandemi corona.

Dia mencontohkan ketidakcakapan salah satu dinas dalam menjaga setiap perbatasan atau pintu masuk menuju Buteng. Selain itu ketersedian alat pelindung diri (APD) serta mobil ambulance yang nantinya akan mengatar pasien covid-19 tidak tersedia.

“Bagi tenaga kesehatan yang berjaga tidak tersedia APD nya, baik untuk tiap puskesmas, pos palang penjagaan transportasi darat dan laut. Kalau ada APD nya tidak Sesuai standar internasional, bahkan ada yang pake jas hujan seperti pengamatan saya yg tiap hari melewati jalur tersebut,” kata Djoys melalui sambungan telpon, Senin (27/04/2020).

Selain mengomentari hal itu, Politisi Hanura itu membahas juga soal ketersedian repied test yang masih minim sebagai pencegahan dini. Menurutnya hal itu akan membahayakan tim medis kita, padahal Anggaran 11 miliar lebih sudah di gelontorkan.

“ini terlihat dari ketidak jelasan tindakan tim gugus covid-19 Buteng untuk mengambil sikap tegas, dimana Muna yg notabene 1 daratan dengan kita sudah 7 positiv Covid-19 di tambah kota Baubau 2 orang atau mungkin sudah 3 . Nah 2 wilayah inilah yg sering berinteraksi dengan kita yang ada di Buteng,” terangnya.

Sehingga, Ia meminta ketegasan bupati Buteng, Samahuddin agar mengevaluasi tim covid-19 yang sudah di bentuk.

“Karena itu saya minta Bapak bupati segera ganti/evaluasi kinerja Kepala BPBD, Dinas Kesehatan Buteng dan jajarannya yang terkait dalam penanganan Corona,” ujarnya.

Sehingga Ia berharap kepada bupati Buteng sebagai pengambil kebijakan tertinggi melakukan langkah tegas, utamanya kepada para pegawai yang masih bolak balik Baubau-Buteng untuk sementara waktu bermukim di Buteng.

Baca Juga :  Cegah Sebaran Covid-19, Dinkes Buteng Kembali Cetak 7000 APD

“harapan saya Kalau bisa tutup semua akses jalan dari kota baubau dan kabupaten muna karna memang sudah menjadi zona merah dan tak aman bagi daerah kita,” harapnya.

Tak hanya itu, di ujung pembicaraannya selain tim gugus, peran dari organisasi perangkat daerah harus ikut mendukung untuk menyukseskan pemutusan penyebaran pandemi corona.

“Peran Infokom Buteng dalam mengedukasi warga dengan berbagai informasinya dimana coba. Keterbukaan informasi bagi tenaga kesehatan dan masyarakat kita ini penting, agar tenaga kesehatan dan masyarakat tidak tertular. Himbauan ini saya sampaikan agar tidak terjadi semacam kejadian bayi Silfia asal desa matara,” tutupnya (Adm)

Peliput : Arwin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

Latest Articles