Jadikan Samparona Hutan Wisata, Pemkot Baubau Jalin Kerjasama dengan Dishut Sultra

SATULIS.COM, BAUBAU – Dalam upaya pengembangan kawasan pariwisata, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau membangun kerja sama dengan Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam hal pemanfaatan jasa lingkungan hutan Samparona Kecamatan Sorawolio untuk menjadi kawasan wisata. Hal ini dibahas melalui konsultasi publik desain tapak kawasan hutan Samparona Kota Baubau tahun 2020.

Pembahasan Kolaborasi tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) unit 5 Wakonti sebagai perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Sultra, bersama Dinas Pariwisata Kota Baubau di ruang rapat Kantor Wali Kota Baubau Rabu, (11/11/2020) yang juga diikuti secara virtual oleh perwakilan dari Dishut Provinsi, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi, serta perwakilan dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sultra.

Dalam sambutannya La Ode Ahmad Monianse mengungkapkan, pengembangan kawasan pariwisata merupakan salah satu langkah strategis untuk peningkatan pendapatan daerah serta pendapatan masyarakat sekitar. Selain itu, upaya pengembangan kawasan pariwisata tersebut sejalan dengan visi besar Walikota Baubau Dr. H. AS Tamrin, MH. untuk menjadikan Baubau sebagai kota Populer.

“Potensi pariwisata di kota ini sangat banyak dan ini sangat selaras dengan visi besar Wali Kota utamanya pada visi populer. Di mana pariwisata selain dapat meningkatkan pendapatan daerah, juga akan membawa kesan tentang kota Baubau sehingga lebih populer dimata dunia,” ujarnya.

La Ode Ahmad Monianse menambahkan, hutan di kota Baubau menjadi salah satu destinasi yang unggul untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Pasalnya, kecenderungan para wisatawan untuk berwisata di kawasan hutan lebih meningkat. Ia juga menambahkan, dengan dimanfaatkannya hutan sebagai tempat destinasi kerusakan hutan dapat diminimalisir.

“Kita patut bersyukur karena daerah kita ini dianugerahi oleh Allah Subhanahu Wataala dengan berbagai macam kelebihan. Kita punya pantai, punya air terjun, punya hutan yang indah serta punya segala destinasi yang apabila dikelola dengan baik ini akan menjadi kekuatan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat kota ini”, ungkapnya.

Baca Juga :  Video Pesta Miras Legislator PDIP Coreng Citra Lembaga

Orang nomor dua di Kota Baubau ini menyadari, dimasa pandemik Covid-19 industri pariwisata mengalami kelesuan yang sangat signifikan. Namun pihaknya meyakini, pasca pandemik industri pariwisata akan kembali menggeliat. Untuk itu ia berharap agar segala potensi destinasi yang tinggal dikembangkan dapat dimaksimalkan.

La Ode Ahmad Monianse juga berharap, dengan adanya kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi pemerintah maupun masyarakat. Dengan demikian, fungsi produksi, fungsi ekologis serta fungsi sosial budaya dapat dipertahankan. Ia percaya, dengan mempertahankan tiga fungsi tersebut, hutan akan lebih bermanfaat dan lestari karena masyarakat telah merasakan manfaat dari hutan tersebut.

“Mudah-mudahan kolaborasi yang kita bangun ini bisa memberikan manfaat, baik manfaat produksi maupun manfaat ekologis sehingga fungsi sosial budaya bisa berjalan. Karena kalau kita bisa mempertahankan tiga fungsi ini sekaligus saya percaya bahwa hutan itu akan lebih lestari. Karena kita sudah merasakan manfaat dari hutan ini maka masing-masing kita tentu akan menjaganya,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Atas nama pemerintah La Ode Ahmad Monianse mengucapkan terima kasih atas dukungan dari dinas kehutanan dalam hal ini KPH Unit 5 Wakonti sebagai perwakilan dinas kehutanan Provinsi Sulawesi tenggara.

Konsultasi publik desain tapak kawasan hutan Samparona Kota Baubau tahun 2020 tersebut, ditutup dengan penyerahan secara simbolis berupa alat pembuatan kerajinan souvenir kepada kelompok tani hutan Samparona. Bantuan ini diserahkan langsung oleh kepala KPH Unit 5 Wakonti La Ode Rahmat Salim.

La Ode Rahmat Salim mengungkapkan, bantuan tersebut merupakan upaya pengembangan usaha lingkungan. Ia juga mengungkapkan, dana bantuan tersebut secara keseluruhan bernilai kurang lebih Rp. 20 Juta yang bersumber dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara.

La Ode Rahmat Salim menambahkan, bantuan tersebut merupakan usulan penyuluh di lapangan yang disesuaikan dengan kebutuhan. Tujuannya ialah untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang terdampak Covid-19.

Baca Juga :  Warga Jawa Solo Ditemukan Tewas di Rumah Kosnya di Kota Baubau

“Jadi kerja sama kita bersama kelompok tani hutan Samparona ini difokuskan untuk menambah penghasilan mereka sendiri. Diusulkan bantuan alat-alat kerajinan buat mereka berkreasi dan Alhamdulillah disetujui oleh Dinas Kehutanan Provinsi,” ujarnya.  

Dalam konsultasi publik desain tapak kawasan hutan Samparona Kota Baubau tahun 2020 tersebut, tenaga ahli desain tapak kawasan hutan Dinas Kehutanan Provinsi Sultra memberikan pemaparan secara Virtual terkait tapak kawasan hutan Samparona yang akan dijadikan kawasan wisata. Ia menilai kawasan hutan Samparona sangat strategis untuk dijadikan kawasan wisata alam. (adm) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

Latest Articles