Uji Kompetensi Wartawan PWI Sultra Resmi di Buka

14
Sekda Provinsi Sultra, Hj Nur Endang Abbas membuka dengan resmi UKW PWI Sultra, Rabu malam (03/03/2021). (Foto: Gunardih Eshaya/Satulis)

SATULIS.COM, KENDARI – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hj. Nur Endang Abbas membuka dengan resmi pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tahun 2021 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra, Rabu malam (03/03/2021).

UKW kali ini, mengangkat tema Menciptakan Wartawan Profesional dan Bertanggungjawab.

Ketua PWI Sultra, Suharjono saat menyampaikan laporan panitia mengatakan, uji kompetensi bagi wartawan adalah kebutuhan.

- Advertisement -

“Diera digital, kita berharap pers jadi sumber informasi akurat dan melawan hoak,” bebernya.

Suharjono juga memberi apresiasi kepada dewan Pers yang telah melaksanakan UKW di Provinsi Sultra dengan kuota maksimal, yakni 9 kelas dengan total peserta 54 orang.

“Tapi ini adalah pilihan yang sulit, karena masih banyak sekali anggota yang belum ikut UKW. Jadi kami berharap UKW akan terus dilakukan dan itu menjadi kewajiban PWI untuk mengikutsertakan seluruhnya,” tegasnya.

Ketua PWI Pusat melalui Direktur UKW, Prof Rajab Ritonga dalam sambutannya mengatakan bersyukur adanya UKW. Hal itu karena wartawan adalah profesi yang sangat terbuka bagi siapa saja. Tidak mengenal latarbelakang.

Olehnya itu, sangat perlu bagi insan pers untuk mengetahui dan memahami kode etik jurnalistik, mengerti hukum, dan tentunya terampil menulis berita.

“Wartawan mahluk yang super, jadi harus bertanggungjawab baik secara etis. UKW menentukan layak tidak jadi wartawan kompoten.

“Terimakasih kepada dewan pers. UKW dilaksanakan pada seluruh provinsi di Indonesia. Berharap tahun depan dapat lagi. Karena kalau mandiri, ada yang harus ditanggung peserta. Sekarang ini gratis semua,” katanya.

Untuk tim penguji kata Prof Rajab Ritonga, diambil dari berbagai daerah di Indonesia, masing-masing Irsyad Ikbal dari Jakarta, Suhardi Taher dari Sulsel, Ishak dari Ambon, Mahmud dan Eko dari Jatim, Cahyono Adi dari Banten, dan Suherlan dari Jabar.

Baca Juga :  PWI Sultra Gelar Orientasi, Sarjono: Wartawan Bebas Memilih Organisasi

Sementara itu, Komisioner Dewan Pers, Agung Darmajaya dalam sambutannya mengatakan, UKW bukan sesuatu yang luar biasa. Sama halnya wartawan, adalah pekerjaan yang ala bisa karena biasa.

Menurutnya, tidak ada regulasi yang dilahirkan oleh dewan pers. Tetapi dibahas bersama oleh komunitas pers itu sendiri.

“Pers terkadang dicederai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Kita yang cinta profesi ini pasti akan menjaganya. UKW adalah salah satu upaya untuk itu,” tutupnya.

Sekda Prov Sultra Hj. Nur Endang Abbas sebelum membuka acara menyampaikan penghargaan yang luar biasa dan apresiasi atas pelaksanaan UKW di Sultra.

Menurut dia, wartawan memiliki standar tinggi dan luar biasa cerdas. Harus mampu menganalisis semua yang ada dan menuangkan dalam tulisan. Dia menegaskan, kecepatan dalam pemberitaan bukan hal utama, ketepatan dan akurasi harus dikedepankan.

“Kami Pemprov Sultra sangat terbantu dengan keberadaan pers dan media,” ungkapnya. (Adm)

Peliput : Gunardih Eshaya

Komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry