Tuntut Perbaikan Jalan, Warga Butur Kembali Blokade Empat Jalur

294

SATULIS.COM, BUTON UTARA – Puluhan Warga Kabupaten Buton Utara (Butur), melakukan Aksi Unjuk rasa menuntut perbaikan jalan poros provinsi Sulawesi Tenggara yang sudah puluhan tahun rusak parah.

Aksi unjuk rasa puluhan warga ini dilakukan di pertigaan Desa Ronta, Kecamatan Bonegunu, Kamis (2/12/2021).

- Advertisement -

Aksi unjuk rasa ini sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra). Karena tidak memperbaiki jalan di Butur yang berstatus jalan provinsi yang sudah puluhan tahun rusak parah.

Dalam unjuk rasa ini, puluhan warga Butur tidak segan-segan memblokade jalan dengan menebang pohon untuk menutup total akses jalan di pertigaan Desa Ronta yang menghubungkan Maligano-Ronta-Ereke-Baubau.

Dalam unjuk rasa ini puluhan warga Butur mempresur Kebijakan Pemprov Sultra terkait. Janji Politik Gubernur Sultra, ‘H. Alimazi, S.H’ akan memperbaiki jalan Provinsi di Kabupaten Butur ketika terpilih menjadi Gubernur.

“Gubernur Sulawesi Tenggara mengatakan gerakan ini adalah gerakan biasa, ini biasa-biasa saja, bahkan ada yang mengatakan ada yang menumpangi gerakan ini, saya katakan, gerakan hari ini adalah murni, bukti kekecewaan warga Butur.” ujar Koordinator Aksi, Baada Yung Hum Marasa.

“Jangan percaya dengan janji-janji politik mereka jika tidak ada perhatian khusus terhadap perbaikan jalan rusak di Butur,” sambung La Baada nama sapaannya.

Dia mengatakan di daerah lain mengenai infrastruktur jalan sudah menjadi ikonik daerahnya, namun infrastruktur jalan di Kabupaten Butur sangat miris dengan kerusakannya.

“Apakah pemangku kebijakan tidak merasa malu,”?

Sementara itu, salah satu orator lainnya, Arzal Matara menambahkan, infrastruktur jalan di Butur adalah yang paling parah kerusakannya di Provinsi Sultra. Dia juga mengatakan masyarakat Butur sudah muak dengan janji-janji politik.

“Kepada Pemprov Sultra, perbaiki jalan kami. Gubernur Ali Mazi yang menduduki kosong satu di Sultra, jangan lupa, itu adalah amanah rakyat,” sambung warga Kecamatan Bonegunu ini.

Baca Juga :  LPSK Lindungi Remaja Korban Eksploitasi Seksual di Buton Utara

Terlihat dalam unjuk rasa ini, spanduk yang digunakan massa aksi bertuliskan, ‘Mosi tidak percaya anggaran 2022 untuk jalan masi misteri, kami kawal sampai tuntas’.

Sampai berita ini diterbitkan, warga terus memblokade jalan di pertigaan Desa Ronta. (Adm)

Peliput : Mus

Komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry