80 Warga Binaan Lapas Baubau Ikut Pendidikan Agrobisnis

184
Ketgam : Foto bersama 80 warga binaan Lapas klas IIa Baubau yang mengikuti program pendidikan agrobisnis

SATULIS.COM, BAUBAU Tingkatkan kemandirian Nara Pidana (Napi), 80 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Baubau mengikuti pelatihan  bidang keterampilan agrobisnis  pembuatan pupuk organik serta budidaya tanaman sayur-sayuran.

Pendidikan tersebut akan berlangsung selama dua pekan terhitung 8 – 21 Juni 2022 mendatang bekerjasama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Kota Baubau sebagai pemateri/instruktur.

Kepala Lapas Baubau Herman Mulawarman menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan program  Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dengan tujuan pasca bebas nanti para warga binaan dapat terampil dan mandiri sehingga berguna ditengah-tengah masyarakat.

- Advertisement -

“Ini akan menjadi bekal mereka (Napi) setelah menjalani masa pidana dan juga akan menambah kepercayaan diri mereka di tengah publik sehingga tidak ada celah untuk berbuat tindakan melanggar hukum,” tutur Herman, Rabu,(8/6/2022).

Berbekal keahlian yang dimiliki para eks napi juga dapat  menambah ekonomi keluarga dan mempermudah interaksi sosial di lingkungan sekitar.

Sementara Sekretaris Dinas Petanian dan Ketahanan Pangan Muh Juliarson mengatakan, untuk mendukung kegiatan pembinaan bagi Narapidana, pihaknya menurunkan dua instruktur Profesional sebagai narasumber kegiatan.

Keduanya kata Juliarson telah sukses mengelola pupuk dan tanaman sayur-sayuran dan mampu menghasilkan rupiah penambah pendapatan rumah tangga.

“Kita juga ada program bantuan pemanfaatan lahan pekarangan namanya Pekarangan Pangan Lestari (P2L) program diperuntukan untuk ibu-ibu per kelompok, setiap kelompok ada bantuan Rp 65 Juta, tahun ini kita sudah bantu 8 kelompok,” kata Juliarson.

Ia mengajak napi yang akan bebas nanti dapat mengunjungi Dinasnya untuk berkonsultasi atau membutuhkan bantuan peralatan pertanian.

Selain pelatihan berupa materi, Para narapidana akan mempraktekan pembuatan pupuk dan budaya sayuran secara real di lapangan berlokasi di KM 6 Wakonti Kelurahan Kadolokatapi bertempat di kebun Lapas Baubau pada lahan seluas 5 (lima) hektar.

Baca Juga :  Jelang Porprov XIV 2022, Buton Gelar Pelatihan Peningkatan SDM Pelatih

Namun sebelum menuju Kebun, praktek perdana akan menggunakan pekarangan kantor Lapas tepatnya di  belakang Blok Hunian Warga Binaan.

“Nanti Kelanjutannya kita akan gunakan tanah Kebun Lapas di Wakonti,” tutup Kalapas.

Adapun Ke -80 peserta tersebut sudah diseleksi dan memenuhi syarat, mereka terbagi dalam dua kelompok, 40 WBP mengikuti pembuatan pupuk sisanya budidaya sayuran. (Adm)

Komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1