Ini Alasan Polres Baubau Tidak Proses Hukum Eks Bupati Busel

165
Ketgam: Kapolres Baubau, AKBP Erwin Pratomo. Foto: Firman/SATULIS.COM

BAUBAU, SATULIS.COM – Pihak kepolisian Polres Baubau menegaskan bukan tidak mau memproses hukum mantan Bupati Buton Selatan (Busel), La Ode Arusani, atas guyonan bom yang dilontarkan saat berada didalam pesawat Wings Air beberapa waktu lalu.

Kapolres Baubau, AKBP Erwin Pratomo menjelaskan, pihaknya dapat memproses jika ada aduan dari maskapai yang merasa keberatan atas pernyataan yang dilontarkan La Ode Arusani.

“Bukannya kami tidak mau menangani, tapi tergantung maskapai. Harus ada aduan dari pihak maskapai. Karena kejadiannya berada di dalam pesawat,” jelas Erwin saat dikonfirmasi awak SATULIS.COM melalui telepon WhatsAppnya, Kamis (23/06/2022).

- Advertisement -

Ia mencontohkan, misalkan atas kejadian tersebut, pihak maskapai Wing Air atau Lion Air Grup melaporkan kejadian tersebut ke kantor pusat Lion Air di pusat, selanjutnya kantor pusat meminta untuk proses hukum.

“Kalau ada aduan minta proses hukum, kita akan lanjut. Itu tidak bisa ditahan, ancamannya 1 tahun berdasarkan UU No 1 tahun 2019 tentang penerbangan,” bebernya.

Sementara, pengamat Penerbangan, Alvin Lie saat dimintai tanggapannya beberapa waktu lalu mengatakan, terhadap guyonan bom diatas pesawat seharusnya tidak berakhir dengan damai. Aparat kepolisian, menurutnya harus mengambil tindakan dengan melakukan proses hukum.

“Pelanggaran ini (guyonan bom) bukan delik aduan. Polisi seharusnya memproses hukum hingga tuntas,” tegas Alvin saat dikonfirmasi awak SATULIS.COM melalui pesan WhatsAppnya, Selasa (21/06/2022).

Ia menambahkan, La Ode Arusani sebagai seorang mantan pejabat sekelas kepala daerah, seharusnya tidak mengeluarkan guyonan seperti itu. Menurutnya, ujaran membawa bom itu adalah sebuah ancaman, bukan dijadikan bahan candaan.

“Saya tidak pernah percaya bahwa seseorang yang mengatakan dirinya bawa bom itu sedang becanda. Ujaran bawa bom itu adalah sebuah ancaman,” bebernya.

Baca Juga :  Jangan Lewatkan, Gerhana Bulan Penumbra Perdana 2020 Dini Hari Nanti 11 Januari

Jika persoalan tersebut hanya diselesaikan dengan permohonan maaf dan pernyataan diatas materai, maka percuma aturan yang mengatur tentang ancaman atau guyonan bom tersebut dibuat.

Alvin juga menyebut, apa yang dilakukan oleh aparat penegak hukum terkait persoalan tersebut merupakan bukti bahwa penegakan hukum belum konsisten dan masih tebang pilih.

“Percuma ada peraturan perundang-undangan jika pelanggaran seperti ini cukup diselesaikan dengan permohonan maaf dan pernyataan diatas materai Rp10ribu. Lantas delapan enam delapan satu tiga. Aman sentosa,” tutupnya.

Sebelumnya, pihak maskapai Wings Air dan pelaku La Ode Arusani dampingi Kapolsek Murhum Ipda Muh. Arifuddin dan Kapolsubsektor Bandara Betoambari, Aipda Muh Asman bersepakat damai. Adapun isi surat pernyataan pelaku muat empat poin yakni :

  1. Bahwa benar saya selaku pihak pertama secara tidak sengaja mengeluarkan lisan yang menyebutkan sabun Bom dalam pesawat yang membuat pihak maskapai tidak terima.
  2. Bahwa saya pihak pertama menyatakan permohonan maaf saya kepada pihak kedua (pihak maskapai Wings Air) dan tidak menaruh dendam atas insiden yang sudah terjadi, dan menjamin tidak akan menimbulkan permasalahan baru nantinya.
  3. Bahwa kami selaku pihak pertama dan kedua telah bersepakat tidak akan memperpanjang masalah ini dan bersedia menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.
  4. Bahwa kami kedua belah pihak telah menyelesaikan perkara ini sesuai dengan mekanisme yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak, dan saya sebagai pihak pertama tidak akan mengulangi perbuatan saya, baik disengaja maupun tidak disengaja.

Penulis: Hariman

Komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry