Penebangan Pohon Ilegal Picu Terjadi Banjir di Baubau

131
Ketgam: Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse saat meninjau lokasi banjir di Kelurahan Liabuku, Waliabuku dan Ngkaring-Ngkaring, Kecamatan Bungi, Jum'at (24/06/2022). Foto: Firman/SATULIS.COM.

SATULIS.COM, BAUBAU – Hujan deras yang melanda Kota Baubau dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di beberapa titik.

Pantauan SATULIS.COM, di Kota Baubau terdapat tiga kelurahan yang terendam banjir akibat curah hujan yang terus meningkat setiap harinya. Ketiga kelurahan itu, yakni Kelurahan Liabuku, Waliabuku dan Ngkaring-Ngkaring. Ketiganya terdapat di Kecamatan Bungi.

Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse tak tinggal diam dibalik meja untuk menerima laporan dari aparaturnya. Ia memilih untuk terjun langsung dilapangan melihat kondisi warganya yang terdampak banjir.

- Advertisement -

Disela-sela tinjauan lokasi, Monianse mengatakan, banjir yang terjadi disebabkan buruknya sistem drainase. Selain itu, adanya penebangan pohon yang dilakukan secara ilegal di kawasan hutan yang berada di Kecamatan Bungi dan sekitarnya.

Alhasil, ketika hujan deras mengguyur terus menerus tanpa terhalangi pohon langsung menuju daerah kawasan rendah. Selanjutnya, karena drainase yang buruk, air yang berasal dari ketinggian meluap dan menggenangi rumah warga, kebun hingga persawahan.

Untuk mengatasi persoalan banjir tersebut, Monianse menegaskan tidak dapat dilakukan dengan cepat. Alasannya, masih banyak yang harus diperhatikan. Mulai dari gunung hingga ke pemukiman warga. Sehingga, ketika hujan deras, tidak lagi terjadi banjir seperti saat ini.

“Setelah kita lihat dan analisa tadi memang masalahnya di drainase, penebangan pohon secara liar di lokasi hutan yang ada di ketinggian rumah warga. Dan memang wilayah sini itu rendah makanya sering banjir,” kata Monianse.

Menurut dia, saluran drainase di lokasi tersebut selain mengalami pendangkalan dan tertutupi rumput, juga tidak terhubung ke saluran pembuangan. Disamping itu pula, sungai atau kali di sekitar mengalami endapan lumpur sehingga terjadi pendangkalan.

Baca Juga :  Sebanyak 1.965 warga Konawe Utara Mengungsi Akibat Banjir

“Jadi, yang harusnya air menuju pembuangan malah kembali lagi dan Kemudian bertemu di satu titik, makanya meluap,” terangnya. 

Karena itu, lanjut dia, Pemkot Baubau akan membenahi sistem drainase secara terintegrasi agar tidak terjadi lagi banjir di lokasi tersebut.

Penulis: Firman
Editor: Hariman

Komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1