Hadapi Pemilu, Bawaslu Busel Dorong Netralitas Pers

104
Ketgam : Komisioner Bawaslu Busel bersama Ketua PWI Baubau

SATULIS.COM, BUTON SELATAN – Bawaslu Kabupaten Buton Selatan (Busel) menggelar media gathering dan persamaan persepsi dengan tema “Peran Media Dalam Melawan Berita Hoax, Ujaran Kebencian dan Isu Sara”, pada Rabu (20/07/2022) di gedung Al-Safitri, Kel. Lakambau, Kec. Batauga.

Dalam kegiatan itu, Bawaslu Busel menghadirkan narasumber ketua PWI Baubau, La Ode Aswarlin SH.

Komisioner Bawaslu, Rosni Sip MSi diawal penyampaian mengatakan, dalam melaksanakan pengawasan pada pelaksanaan demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tentu saja ada kerawanan-kerawanan yang harus dicegah oleh Bawaslu.

- Advertisement -

“Kerawanan-kerawanan dalam pelaksanaan demokrasi Pemilu dan Pilkada yaitu dengan adanya isu berita bohong (hoax), kampanye hitam, politik isu sara, adanya ujaran kebencian, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan dengan adanya kerawanan-kerawanan dalam pelaksanaan demokrasi Pemilu dan Pilkada Bawaslu harus membuat strategi pencegahan dalam melakukan pengawasan isu berita hoax, kampanye hitam dan politik isu sara.

Ketgam : Foto bersama insan pers dengan komisioner Bawaslu Buton Selatan usai kegiatan

“Strategi pencegahan yang dapat dilakukan oleh Bawaslu adalah dengan secara bersama-sama mengajak semua elemen masyarakat ikut berpartisipasi dalam melakukan perlawanan atau pencegahan terhadap hoax, kampanye hitam dan politik isu sara pada Pemilu dan Pilkada yang akan datang,” jelasnya.

Komisioner Bawaslu lainnya, Hastun dalam sambutannya mengatakan, untuk menciptakan Pemilu yang baik dan bersih, tidak hanya menjadi tugas satu lembaga saja, dalam hal ini Bawaslu. Tapi diperlukan pengawasan partisipasi dari berbagai kalangan, salah satunya insan pers.

“Saya percaya media punya kemampuan intelejen dalam mengungkap informasi yang terselubung,” bebernya.

Ketua Bawaslu Busel, Mahyudin S.Sos MSi sekaligus membuka kegiatan secara resmi mengatakan, sebagai lembaga pengawas pemilu, Bawaslu perlu menumbuh kembangkan kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi.

Baca Juga :  SK Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Resmi Diterima AS Tamrin

Menurutnya, memperoleh informasi adalah hak semua orang. Olehnya itu masyarakat perlu diberikan informasi terkait kelembagaan. Hal itu juga merupakan bentuk pertanggungjawaban lembaga terhadap publik.

“Untuk itu, Baswalu ada Humas. Kami sangat berharap media dapat memberikan informasi yang baik dan memberi wawasan edukasi dalam penyajian berita,” ujarnya.

Dikatakan, dalam menjalankan tugas, pers dapat berafiliasi dengan berbagai kalangan, tidak terkecuali para kandidat dan parpol. Olehnya itu, dia berharap pers tetap dapat menjaga independensi.

Sementara itu, dalam materinya, Ketua PWI Baubau, La Ode Aswarlin memaparkan betapa dahsyatnya dampak dari pemberitaan yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab, terutama oleh media partisan. Bukan hanya mengobrak-abrik rasa keadilan publik, lebih dari itu, akan mengacaukan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. (Adm)

Komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1