ASN Buteng Kerap Terlambat Berkantor, Andi Muhammad Yusuf Akan Keluarkan Ini!

SATULIS.COM, BUTON TENGAH Mengahadapi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada dilingkup pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) mungkin bisa dikatakan gampang-gampang susah.

Fenomena terlambat ngantor acapkali ditemukan di daerah yang punya sebutan negeri 1000 gua. Salah satu faktor keterlambatan tersebut pun masih sama saat dipimpin oleh bupati maupun Pj bupati sebelumnya, yakni soal tempat mukim para ASN yang lumayan terbilang jauh.

Misal, ASN asal Buteng yang tinggal di kota Baubau. Alasan keterlambatan mereka berfariasi, ada yang mengatakan karena persoalan speed dan kendaraan.

Akan tetapi kondisi itu bukan hanya terjadi pada ASN yang tinggal jauh, namum mereka yang tinggal di Buteng pun terkadang masih ikut-ikutan terlambat.

Menanggapi hal itu, Andi Muhammad Yusuf, selaku Pj Bupati Buteng mengatakan, kalau dirinya dalam waktu dekat akan mengeluarkan Surat Edaran.

Hal tersebut menurutnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait dengan hari kerja dan jam kerja instansi pemerintah dan pegawai Aparatur Sipil Negara (PerPres No 21 tahun 2023).

“Pagi tadi saya baru lihat proses apelnya, khususnya dilingkup sekretariat. Tapi mungkin tidak berkumpul semua karena beda-beda kantor, tapi disitu saya sampaikan kalau kita itu (ASN) telah dikontrak oleh negara,” ujar Andi Muhammad Yusuf, saat ditemui diruang kerjanya.

“Jadi tolong kalau masuk kantor itu sejak pukul 08.00 sampai 16.00 Wita. Olehnya itu saya sudah sampaikan ke pak Sekda untuk asisten tindak lanjuti buat Surat Edaran lagi,” sambungnya.

Menurutnya, sebagai abdi negara, seorang ASN dituntut untuk bisa bekerjasama mengikuti aturan main yang telah ditetapkan oleh negara.

“Jadi nanti SE ini kita akan ikuti perkembangannya. Tentu juga kita pikirkan bagaimana formulasinya supaya mereka ini bisa,” katanya.

Baca Juga :  Muhammad Yusup Minta Pj Bupati Buteng Lanjutkan Program Pembangunan

Saat ditanya apakah ada sanksi bagi para ASN bila SE telah keluar dan kedapatan masih malas ngantor, Andi, masih enggan berkomentar banyak.

“Nantilah kita lihat. Tapi memang buat yang tinggal luar mereka harus tahu posisi mereka. Alasan speed bisa jalan kecuali sudah penuh saya pikir itu tidak bisa diterima dan bisa disiasati,” ungkapnya.

“Berangkat sebelum jam 7 kek untuk mengejar ketertinggalan yang tadi,”tambahnya.

Meski begitu, Ia berharap agar para ASN di Buteng bisa ikut menyesuaikan. Kalaupun nanti masih ditemukan ada yang membandel, akan ada sanksi tegas yang diberikan.

“Yang jelas beda cara pendekatan, kita lakukan pendekatan persuasif dulu. Kalaupun terjadi lagi maka saya akan ambil langkah tegas misal dengan memotong TPP karena sudah tidak sesuai dengan jam kerja yang telah disepakati dengan negara,” tegas Andi. (Adm)

Penulis : Arwin
Editor: Gunardih Eshaya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

Latest Articles