Ini Biang Kerok Penyebab Iran Kirim Ratusan Drone untuk Israel

7
Foto: Sistem anti-rudal beroperasi setelah Iran meluncurkan drone dan rudal ke Israel, seperti yang terlihat dari Ashkelon, Israel 14 April 2024. (REUTERS/Amir Cohen)

SATULIS.COM, JAKARTA – Serangan Iran ke Israel merupakan serangan balasan atas tragedi serangan konsulat jenderal di Syiria yang menewaskan 7 anggota korps garda revolusi Irak.

Sebagaimana diketahui, Korps Garda Revolusi Iran meluncurkan belasan serangan drone dan misil ke wilayah Israel, Sabtu (13/4/2024). Serangan ini meningkatkan ketengangan antara kedua negara dengan AS yang telah bersumpah mendukung Israel.

Adapun, dikutip dari Reuters, militer Israel mengatakan lebih dari 100 drone memasuki teritori mereka dari Iran. Media Israel, Channel 12, mengungkapkan beberapa serangan diluncurkan dari Syria dan Jordan.

- Advertisement -

Kantor berita Iran mengutip sebuah sumber yang mengatakan militernya juga telah meluncurkan gelombang pertama rudal balistik terhadap Israel.

Iran telah bersumpah akan melakukan pembalasan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan Israel terhadap konsulatnya di Damaskus pada tanggal 1 April yang menewaskan tujuh petugas Garda Revolusi termasuk dua komandan senior dan mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan hukuman atas “kejahatan Israel”. Israel tidak membenarkan atau membantah bertanggung jawab atas serangan konsulat tersebut.

Sejumlah pihak telah mengingatkan bahwa serangan ini berbahaya bagi stabilitas Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada hari Sabtu menyebut serangan Israel pada tanggal 1 April terhadap misi diplomatik Iran di Damaskus yang menyebabkan sedikitnya 13 orang tewas, termasuk seorang jenderal berpangkat tinggi, sebagai “pembunuhan politik, dikutip dari Anadolu Agency.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Lavrov mengutuk serangan Israel dalam pembicaraan telepon dengan timpalannya dari Iran Hossein Amir-Abdollahian.

“Setiap serangan terhadap fasilitas diplomatik dan konsuler, yang dijamin oleh Konvensi Wina terkait, tidak dapat diganggu gugat, begitu juga dengan pembunuhan politik,” katanya.

Dikutip DW, serangan udara baru-baru ini di Damaskus sangatlah sensitif karena menargetkan gedung kedutaan Iran. Menurut perjanjian internasional dalam Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik, bangunan tersebut adalah milik Iran, namun bukan wilayah kedaulatan seperti yang disarankan Khamenei.

Baca Juga :  Satu WNI Sandera Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan Militer Filipina

Selama beberapa hari terakhir, Menteri Luar Negeri Amirabdollahian telah bertemu dengan mitranya di Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Irak, dan Turki.

Kantor berita Reuters melaporkan sebelumnya selama kunjungannya ke Oman, Amirabdollahian menyampaikan kepada Washington bahwa Iran bermaksud menanggapi serangan Israel terhadap kedutaan besarnya di Suriah dengan hati-hati, yang bertujuan untuk mencegah eskalasi yang signifikan dan menghindari tindakan tergesa-gesa.

Komentar