Dugaan Suap di Kementerian ESDM, Pengusaha Migas Baubau Sebut Kuota Minyak Tidak Sesuai Komitmen Awal

SATULIS.COM, Baubau – Kredibilitas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina kembali tercoreng dengan adanya rekaman pengakuan mengejutkan dari oknum pengusaha migas asal kota Baubau, diduga FB (Inisial). Dimana FB mengaku menyerahkan dana senilai Rp 1,2 miliar kepada oknum pegawai di Kementerian ESDM.

Dana itu diberikan FB dengan komitmen mendapat tambahan kuota minyak tanah subsidi pada tiga wilayah, masing-masing Buton Tengah, Buton Utara dan Buton Selatan.

Sayangnya, jatah minyak yang diperoleh FB tidak sesuai dengan permintaan atau komitmen awal yang dijanjikan. FB sendiri meminta jatah kuota minyak tanah subsidi sebanyak 250 KL. Estimasinya, Busel 50 KL, Butur 20 KL, sisanya Buteng sebanyak 180 KL.

Namun kenyataannya kata FB dalam rekaman itu, kuota yang diberikan hanya sekitar 30 persen dari permintaan, yakni Busel 10 KL, Butur 15 KL dan Buteng 50 KL. Dari rekaman tersebut, diketahui dana Rp 1,2 miliar itu diserahkan oleh FB pada akhir tahun 2024. FB kemudian disampaikan akan terjadi perubahan kuota setelah pembahasan APBN Perubahan.

Dijelaskan FB, pengurusan kuota minyak serupa dengan proyek, harus membayar terlebih dahulu sebelum kuotanya di keluarkan. Tentu dengan hitung-hitungan untung rugi. Diduga ada keterlibatan oknum dalam Pertamina Fuel Terminal Baubau perihal memfasilitasi permintaan penambahan kuota.

Sampai dengan berita ini dirilis, FB yang coba dikonfirmasi belum memberikan respon. Baik telepon maupun pesan via WhatsApp yang dikirim, tidak dijawab. Demikian halnya pihak Pertamina Fuel Terminal Baubau, belum berhasil dikonfirmasi. (Adm)

Baca Juga :  Bahlil Lahadalia Diminta Tertibkan Tambang Ilegal di Konawe Utara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

Latest Articles