SATULIS.COM, BUTON TENGAH – La Hapi (34) Warga Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka, Buton Tengah (Buteng), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemukan tak bernyawa di dusun Kaleleha sekira pukul 15.00 Wita, Minggu malam (10/7/2021). Almarhum ditemukan meninggal dengan anak panah menancap di kepala.
Sesuai informasi yang dihimpun wartawan SATULIS.COM di lapangan, bahwa sebelumnya La Hapi pamit pada keluarga untuk mencari ikan dengan menggunakan panah di dusun Kaleleha. Namun, tak kunjung pulang. Olehnya itu, salah satu kerabat almarhum, menyusul mencari keberadaannya. Atas pencarian itu, La Hapi ditemukan sudah tak bernyawa dan anak panah telah menancap di kepalanya.
“Semalam setelah di atopsi luar, keterangan petugas kesehatan bahwa pembuluh darah disekitar otak hancur akibat anak panah yang masuk ke dalam matanya terlalu dalam,” tutur Pamaruddin Kepala Desa Terapung saat konfirmasi, Senin malam (12/07/21).
Setiap malam Minggu, memang La Hapi selalu pergi memanah ikan. Tapi karena tidak pulang selama satu hari satu malam akhirnya iparnya sendiri bernama La Ete berinisiatif untuk mencari almarhum. “Hasilnya ditemukan telah meninggal,” lanjutnya.
Akibat meninggalnya almarhum diluar kewajaran, dari pantauan media, kini kepolisian setempat yakni Mapolsek Mawasangka dibantu tim dari Polres Baubau sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Apakah ada unsur dugaan pembunuhan terhadap La Hapi atau meninggal akibat kelalainnya dalam proses memanah ikan. Guna mengungkap itu, anggota kepolisian telah melakulan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dusun Kaleleha, Senin sore (12/07/2021). (adm)
Peliput : Arwin
Editor : Basyarun
