Peringati 10 Muharam 1444 Hijriah, GOW Kota Baubau Santuni Anak Yatim

SATULIS.COM, BAUBAU – Dalam rangka memperingati hari Asyura (10 Muharam 1444 Hijriah), Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Baubau menggelar kegiatan sosial dengan menyantuni kurang lebih 60 orang anak yatim piatu, yang disebut dengan istilah Pakandeana Anaana Maelu, yang bermakna memberi makan pada anak yatim piatu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah jabatan Wali Kota Baubau pada Selasa (23/8/2022), dan turut dihadiri oleh Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse. Selain itu, juga turut dihadiri oleh seluruh ketua Organisasi Wanita Se Kota Baubau yang tergabung dalam GOW, bersama anak yatim piatu yang diberikan santunan.

Ketua GOW Kota Baubau Wa Ode Nursanti Monianse, S.Pd. dalam sambutannya mengatakan, Pakandeana Anaana Maelu tersebut merupakan salah satu kegiatan rutin, dari kegiatan-kegiatan sosial lainnya yang dilaksanakan setiap tahun oleh GOW Kota Baubau. Di mana, kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan tepat pada 10 Muharam.

“Seharusnya kegiatan ini dilaksanakan tepat pada 10 Muharam, tetapi karena beberapa hal sehingga kami baru sempat melaksanakannya hari ini. Insya Allah ini tidak akan mengurangi nilai dan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada panitia dan warga GOW atas terselenggaranya kegiatan ini,” ujarnya.

Wa Ode Nursanti Monianse juga mengatakan, pelaksanaan kegiatan Pakandeana Anaana Maelu tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di mana, di tahun-tahun sebelumnya, GOW Kota Baubau melaksanakannya dengan mengunjungi langsung Panti-panti Asuhan. Namun untuk melestarikan budaya, pihaknya mendatangkan langsung para anak yatim.

“Hari ini kami mencoba mengangkat kearifan lokal daerah kita, dengan mengadakan ritual Pakandeana Anaana Maelu sesuai dengan tradisi yang sudah berkembang sejak dahulu. Saya tahu persis ini belum sesempurna dari ritual yang dilakukan oleh orang tua kita dahulu. Namun kami akan terus berupaya, agar tahun-tahun berikutnya dapat terlaksana dengan lebih baik dari tahun ini,” tuturnya.

Baca Juga :  3906 Peserta Hadiri Kemah Budaya dan Apel Api Unggun 2026

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Baubau ini berharap, agar apa yang sudah menjadi tradisi masyarakat Buton tersebut dapat terus dilestarikan, sehingga tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Pasalnya, selain memiliki nilai luhur sebagai kearifan lokal, juga merupakan anjuran dalam ajaran Agama Islam tentang pentingnya menyantuni dan memberi makan kepada anak yatim piatu.

“Kegiatan hari ini pada dasarnya ialah untuk menjawab kebutuhan anak-anak yatim yang sangat memerlukan uluran tangan dari kita semua. Untuk itu saya berharap, agar dengan santunan ala kadarnya ini dapat membuat mereka bahagia, serta bisa membangkitkan semangat hidup mereka bahwa masih banyak orang yang peduli dan sayang pada mereka,” tutup Wa Ode Nursanti Monianse. (Adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

Latest Articles