SATULIS.COM, Buton Tengah – Dengan bertambahnya kasus positif covid-19 di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sebelumnya hanya 41, kini menjadi 45. 2 penambahan angka tersebut berasal dari kota Bau Bau berdasarkan data update tim gugus Sultra pada Minggu, (26/04/2020).
Menanggapi hal itu, banyak warga Buton Tengah (Buteng) meminta kepada pemerintah untuk melakukan penjagaan ketat di pintu masuk menuju negeri 1000 gua tersebut.
Salah satunya datang dari tokoh pemuda desa Morikana Rudi SH. Dalam menanggapi penambahan kasus covid-19 di Muna dan kota Baubau, Ia mengatakan jauh sebelumnya sudah memberikan pesan kepada warga dan pemda untuk melindungi warga.
“Saya sudah berikan pesan dengan simbol sebelumnya medsos. Jangan kita menggampangkan karena ini (corona) menyangkut nyawa secara kemanusian,” kata Rudi di kediamannya, Minggu (26/04/2020) malam.
Menurutnya, ada beberapa aspek yang dilihat. Utamanya kinerja tim gugus covid-19 Buteng terkesan hanya sebatas seremoni saja.
“Buktinya anggaran yang sudah digelontorkan oleh pemda (11,5 miliar) itu tidak di maksimalkan dengan baik. Mana itu APD, kita tampilkan yang seremoni seolah olah kita lengkap ternyata semua omong kosong,” ujarnya.
Secara teknis, lanjutnya, yang harus di kedepankan adalah menjaga mobilitas pegawai yang tinggi di Buteng.
“Sebelumnya kan ada surat buat pegawai agar waspada. Di himbau (gugus covid-19 Buteng) agar menjaga pintu gerbang ekonomi seperti di Wamengkoli, Wakaito, Fotu itu di tutup karena virus ini sangat kejam,” lanjutnya.
Kita juga perlu apresiasi kinerja Bupati, masih kata Rudi, karena sampai saat ini Buteng masih nol corona. Tetapi juga jangan memberikan masukan kepada pimpinan yang tidak benar.
Mestinya dana yang sudah di gelontorkan oleh Pemda harus di manfaatkan, sebab kerja memutus rantai penyebaran covid-19 butuh tim yang solid.
Untuk itu, secara pribadi Ia meminta kepada pemda Buteng melalui Sekda agar memberikan himbauan kepada para pegawai.
“Harus di berikan himbauan kepada pegawai bagaimana ini mengaturnya. Apakah mereka di suruh tinggal dulu di Buteng kemudian berikan mereka kemudahan agar dia (pegawai) fokus kerja,” tambahnya.
Tak hanya Rudi, salah satu warga Mawasangka, Alimuddin ilau juga ikut berkomentar tentang penambahan jumlah covid-19 yang ada di Kota Baubau.
“Pemerintah Buteng meskinya bukan saja menghimbau, Tapi melakukan langkah kongkrit dengan memperketat di pintu masuk Buteng. Jangan sampai mereka membawa virus ini masuk,” pintanya. (Adm)
Peliput : Arwin
