Jumat, Juni 14, 2024

Peringati Hut RI Ke-75, Kedai Tik Tok dan NgopiYukk Gandeng Komunitas Gelar Pentas Seni dan Sastra

SATULIS.COM, Buton Tengah – Dalam memperingati dirgahayu Republik Indonesia yang ke-75, Kedai Tik Tok bersama kedai NgopiYukk menggelar event pentas seni dan sastra di taman Matanasoromba, kecamatan Mawasangka, Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara pada Senin (17/08/2020) malam.

Selain melibatkan para para enterpreneur muda asal Mawasangka, Event tersebut juga melibatkan komunitas pemuda pecinta wisata Buteng yakni, komunitas PiknikYuk dan sejumlah mahasiswa Saliwu Makassar.

Rangkaian kegiatan yang di gelar malam tadi,  diawali dengan berbagai pementasan tari dan beberapa pementasan musikalisasi puisi serta drama.

Tal hanya itu, pemutaran video nusantara, pertunjukan drama serta persembahan musik tradisional (Kabanti) juga menghiasi event.

Owner kedai Tik Tok, La Ode Sunarto saat  ditemui menuturkan kegiatan pentas seni dan sastra yang di gelar merupakan inisiatif dari berbagai kalangan pemuda dan mahasiswa yang dimaksudkan untuk membangkitkan rasa dan jiwa nasionalisme dikalangan pemuda.

“Ya event ini untuk membangkitkan rasa nasionalisme bagi para pemuda pemudi Buteng khususnya Mawasangka saat peringati HUT RI ke-75 ini,” ucap Ld Sunato disela sela kegiatan.

Ketgam: Herman Batet saat menyawer beberapa crew musik tradisional kabanti saat tampil di taman Matanasoromba malam tadi, Senin (17/08/2020). (Satulis/Arwin)

Dalam kegiatan tersebut, menurut Sunato,  pagelaran tersebut sengaja diselipkan dengan pertunjukan musik tradisional agar para pemuda masih mengenal dan mau mencintai musik tradisional daerahnya.

“Selain Musikalisasi puisi serta pementasan drama, juga ada persembahan musik tradisional (Kabanti), ya gunanya tentu diperkenalkan pada generasi muda untuk mengenal dan mau mencintai musik tradisionalnya,” katanya.

Ditempat yang sama, owner NgopiYuk La Ode Darmin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian di bukanya kedai NgopiYukk yang terletak di taman Matanasoromba.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian opening kedai NgopiYukk setelah beberapa waktu sempat tutup. Selain itu kita pemuda juga mengambil peran dalam rangka memperingati hari jadi RI yang ke-75,” beber Darmin.

Baca Juga :  Polemik Beasiswa Cerdas Samatau, Ini Pandangan Hukum Ketua Posbakumadin Baubau

Semangat dalam memperingati dirgahayu RI ke-75 tersebut, tambah Darmin, harus terus dikobarkan meskipun negara Indonesia sedang dilanda wabah corona yang nyaris melumpuhkan perekonomian disegala bidang.

“Melalui momentum ini kami mengajak para pemuda untuk selalu berkreatifitas dan berusaha walaupun negeri ini tengah dilanda wabah corona,” tambahnya.

Diujung perkataannya, Ia berpesan pada generasi muda Buteng khususnya para pelaku usaha mikro agar pandai melihat peluang dalam menggenjot perekonomian lokal.

“Kita sudah punya fasilitas seperti taman Mawasangka ini, untuk itu ini kami pandang sebagai peluang usaha untuk menghidupkan perekonomian masyarakat dan tentu atas dukungan masyarakat. Sayang kan kalau taman ini jika tak dimanfaatkan dan hanya akan menjadi lahan tidur,” lanjutnya.

“Jadi khususnya bagi para pemuda yang ada di Mawasangka kami dari NgopiYukk ingin menyampaikan bahwa untuk berusaha itu tak perlu menunggu lama karena semua orang itu matang dalam berkonsep tetapi tidak semua orang matang dalam aksinya. Kalau kita terus menunggu tanpa melakukannya, segala konsep yang ada hanya akan menjadi cerita saja,” terangnya.

Diketahui, saat pementasan musik tradisional (Kabanti) berlangsung, salah satu kontraktor muda Buteng, Herman Batet sempat memberikan saweran kepada para crew Kabanti.

Dari pantauan awak SATULIS.COM, Herman Batet menyawer para crew dengan puluhan lembar uang pecahan 100 ribu rupiah diikuti teriakan penonton yang riuh. (Adm)



Peliput : Arwin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKLAN

Latest Articles