Bersama Kemensos dan Bappenas, Bupati Buton Resmikan Pemukiman KAT Dusun Bajo

82
Peresmian Pemukiman KAT Dusun Bajo, Desa Benteng, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton. (Foto: Humas Pemkab Buton/Satulis.com)

SATULIS.COM, BUTON Bersama Kementerian Sosial dan Bappenas RI, Bupati Buton, Drs.La Bakry MSi meresmikan permukiman komunitas adat terpencil (KAT) Dusun Bajo, Desa Benteng Kecamatan Lasalimu, Kamis siang (01/04/2021). Peresmian permukiman ini ditandai dengan pengguntingan pita secara simbolis di salah satu rumah KAT.

Bupati Buton mewakili masyarakat Dusun Bajo, Desa Benteng, mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya terhadap kunjungan direktur dua kementerian di wilayah Kabupaten Buton.

Kunjungan direktur dua kementerian di wilayah Kabupaten Buton khususnya di Dusun Bajo, kata La Bakry, merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada daerah.

- Advertisement -

“Tentu kami berharap masih ada kelanjutannya. Hari ini kita akan meresmikan yang sudah dibangun. Kita rencana akan menyambung jalan keliling permukiman. Mudah-mudahan bisa diakomodir karena sudah diusulkan. Kita berharap pandemi ini lekas berakhir,” tutur Bupati daerah penghasil aspal alam terbesar di dunia ini.

Selain permukiman, suami Delya Montolalu ini mengatakan, dalam rangka memberdayakan sektor ekonomi warga setempat, ke depan pemda akan memberi bantuan stimulan pengadaan body katinting sebagai alat penangkap ikan. Hal itu untuk mendukung mata pencaharian masyarakat dusun Bajo untuk dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dikatakan, Pemkab Buton selalu mengusulkan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan. Namun jika ada program pemberdayaan yang spesifik dari Bappenas RI dalam bentuk hibah komunitas adat terpencil, pihaknya sangat berharap bisa dipenuhi.

“Jika di darat diberi stimulan berupa subsidi pupuk bagi petani, kita harapkan masyarakat yang menggantungkan hidup di laut juga bisa diberi bantuan stimulan,” harapnya.

Menurut mantan Wakil Bupati ini, Pemda Buton telah menyiapkan anggaran untuk akses jalan masuk menuju dusun Bajo. Namun masih berupaya untuk mendapat izin dari provinsi. Dia berharap, izin dimaksud segera keluar agar bisa membangun jalan masuk ke dusun Bajo dan memenuhi harapan warga setempat.

Baca Juga :  Muhammad Riskiyanto dan Anisa Amalia Jadi Duta Pariwisata

“Total panjang jalan dan lebarnya kurang lebih 1 hektar, sudah ditracking, namun masih terkendala izin karena masuk kawasan hutan. Niat kita baik, namun jangan sampai kita melanggar aturan. Saya sudah menginstruksikan Kadis Pekerjaan Umum untuk melakukan langkah-langkah percepatan,” tandas Ketua DPD Golkar Buton tersebut.

Tak lupa pada kesempatan ini, 01 Buton menyempatkan mengimbau warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan 3 M yaitu mencuci tangan yang bersih dengan sabun atau hand sanitizer, menggunakan masker, dan menjaga jarak untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

Tanggapan Kemensos

Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Kementerian Sosial RI, Dr. La Ode Taufik Nuryadin, M.Si mengatakan bantuan dari Kementerian sosial hanya bersifat stimulan.

“Apa yang sudah dibangun di Dusun Bajo ini, saya lihat melebihi dari standar bantuan dari Kemensos RI dan ini luar biasa. Bantuan hanya bersifat stimulan. Saya harap ini sebuah proses yang berkelanjutan, tidak berhenti di sini saja, ini hanya dasar saja,” katanya.

Menurutnya, perlu upaya atau langkah-langkah lebih lanjut dari Pemda, untuk bisa melanjutkan dan menyempurnakan apa yang sudah dibangun. Tentunya dengan mengusulkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Bajo kepada Menteri Sosial. Begitu juga dengan bantuan sosial untuk wilayah lainnya yang sangat membutuhkan di Kabupaten Buton.

Tanggapan Bappeda

Di tempat yang sama, Direktur penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat Bappenas RI, Maliki P.hD mengucapkan selamat atas terbangunnya permukiman komunitas adat terpencil di Dusun Bajo Kec. Lasalimu.

Ia sangat mengapresiasi integrasi antara upaya pemerintah pusat dan juga inisiatif yang sangat positif dari Pemda.

“Kami melihat ini upaya yang sangat baik dalam mencoba memberdayakan komunitas adat terpencil di seluruh indonesia. Ini merupakan “best practices” bagaimana kita mengkombinasikan berbagai sektor sehingga kualitas hidup KAT warga di sini menjadi lebih baik,” jelasnya.

Baca Juga :  Lepas Aset Ke Baubau, Bupati Buton Mengaku 'Tersandera'

Menurutnya, adanya pengolahan air tawar yang sangat baik, merupakan bagian pelayanan dasar yang harus dipenuhi sehingga kualitas hidup warga setempat semakin baik sejak dini, tidak stunting dan menjadi manusia yang unggul.

“Kemudian sanitasi sangat baik. Kami agak jarang melihat sanitasi yang sangat baik dengan fiber. Di Kota-kota besar pun masih jarang. Ternyata dari satu rumah yang dibangun, ada komponen-komponen tertentu yang merupakan bagian kontribusi dari sektor lain,” kagumnya.

Ia juga mengatakan nanti akan melihat seperti apa pemenuhan sektor pendidikan dan kesehatan. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan kepada Bupati Buton bahwa Menteri baru saja mengikuti rapat untuk pembangunan berkelanjutan dan transformasi ekonomi. Kemudian dilanjutkan dengan rapat tentang  manajemen talenta.

“Pak Presiden mengharapkan olimpiade ke depan kita dapat banyak medali emas. Atlet renang dari Amerika Michael Favoload sudah berenang sejak umur 5 tahun dan dapat 5 emas pada olimpiade. Saya melihat di sini anak-anak suku Bajo sejak kecil sudah berenang,” ucapnya.

“Instansi terkait, yakni Dispora diharapkan bisa melakukan pembinaan terhadap warga komunitas adat terpencil dari sisi olahraga renang dan dayung, sehingga bisa masuk dalam program manajemen talenta. Dengan demikian bisa meraih prestasi di ajang bergensi nantinya, setidaknya emas di PON”, pungkasnya.

Pada kesempatan ini, warga Dusun Bajo mengusulkan kepada Bupati untuk pembangunan Mushola yang sangat dibutuhkan warga. Menjawab usulan tersebut, Bupati mengatakan akan mengupayakan untuk mengakomodir apa yang menjadi usulan warga tersebut.

Namun, untuk sementara warga bisa memanfaatkan balai pertemuan dusun Bajo sebagai mushola dalam menghadapi bulan ramadhan yang akan berlangsung sebentar lagi.

Sebagai informasi, permukiman komunitas adat terpencil ini dibangun sejak tahun 2020 lalu sebanyak 43 unit. Pembangunan permukiman KAT diharapkan bisa menjamin kualitas hidup 43 Kepala Keluarga yang bermukim di Dusun Bajo, Desa Benteng, Kecamatan Lasalimu.

Baca Juga :  Sebelum Bergabung NKRI, La Bakry Tegaskan Buton Adalah Bangsa Berdaulat

Acara peresmian permukiman KAT ini turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi Sultra Drs. Armunanto, Asisten I Alimani S.Sos M.Si, Kepala Dinas Sosial Kab. Buton La Ode Asnawi, S.Sos MSi, Kepala Bappeda Ahmad Mulia, S.Pt MSi, Kadis Pekerjaan Umum M. Wahyuddin M ST MSi, Plt. Kadis Penyuluhan Pertanian La Lodi, Plt. Kadis Perumahan dan Permukiman Nurul Kudus Tako, Camat Lasalimu Hj. Wa Ode Samsari, Sekcam Lasalimu La Ode Zahaba, S.Hi M.Si bersama ibu, dan Kapolsek Lasalimu Iptu La Abudi, SH. (Adm)


Editor : Gunardih Eshaya

Komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry