Bupati Buton Ingatkan Peserta Tapak Tilas Utamakan Keselamatan

19
Bupati Buton, Drs La Bakry

SATULIS.COM, BUTON Bupati Buton, Drs. La Bakry, MSi mengingatkan peserta Tapak Tilas Oputa Yi Koo untuk mengutamakan keselamatan dan Kesehatan Ketika menuju Puncak Gunung Siotapina.

“Seluruh peserta tapak tilas jangan kejar hadiahnya. Tapi utamakan keselamatan. Yang terpenting adalah selamat sampai kembali pulang ke rumah masing-masing,” kata Bupati Buton pada malam Pelepasan Peserta Napak Tilas Oputa Yi Koo di lapangan Banabungi, Pasarwajo, Kabupaten Buton, Senin Malam, 24 Mei 2022.

Peserta Tapak Tilas Oputa Yi Koo  yang merupakan rangkaian Peringatan HUT ke-58 Provinsi Sulawesi Tenggara  diikuti 760 orang dari 152 tim. Peserta bermalam di lapangan Banabungi selanjutnya pagi hari keesekoan harinya menuju Wasuamba, Kecamatan Lasalimu untuk menuju Puncak Siotapina.

- Advertisement -

Asisten 1 Sekprov Sultra, M. Ilyas Abibu, SE, MDM mewakili Gubernur hadir pada kesempatan. Forkopimda Kabupaten Buton, dan pejabat teras Kabupaten Buton.

Tapak Tilas Oputa Yi Koo untuk mengenang kembali perjalanan perjuangan Pahlwan Nasional Sultan Himayatuddin Muhmmad Saydi atau Oputa Yi Koo. Pahlawan nasional ini merupakan Sultan ke-20 dan 23. Sultan Buton yang Bernama Sultan Lakarambau dinobatkan sebagai pahlawan Nasional atas kegigihannya melawan Belanda yang terjadi sekitar 300 tahun yang lalu.

Bupati Buton juga mengatakan, Pemda telah mengerahkan tokoh-tokoh adat tingkat Desa, dan menyediakan 21 Pos P3K dengan 110 Tenaga Medis.

Orang nomor satu di Buton juga ini mengatakan, persiapan kali ini merupakan langkah pertama yang dilakukan Gubernur Sulawesi Tenggara sebagai penggagas utama Tapak Tilas Oputa Yi Koo. Ketua Bapera Sultra tersebut  berharap di tahun-tahun yang akan datang suasananya akan lebih bergairah lagi.

“Tetap jaga kekompakan dan kesehatan dalam perjalanan,” kata Bupati

Baca Juga :  MAK Bakal Gugat KPK, Walikota Baubau dan Bupati Buton

Bupati Buton juga menegaskan adanya napak tilas Oputa Yi Koo, generasi Sulawesi Tenggara di Indonesia dapat merasakan perjuangan Pahlawan Nasional. Pemuda juga dapat mengambil nilai-nilai perjuangan dan generasi dapat menjadikan inspirasi dalam perjuangan membangun diri, berkeluarga, bermasyarakat dan berbangsa. (Adm)

Komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry