Percepat Penanganan Stunting, Pemda Wakatobi Gelar Rembuk Stunting

43
Ketgam: Bupati Wakatobi, Haliana saat membuka Rembuk Stunting. Foto: Arjuno/ SATULIS.COM

SATULIS.COM, WAKATOBI – Dalam rangka percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting, pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi melalui Dinas Kesehatan setempat mengelar Rembuk Stunting tingkat Kabupaten Wakatobi, Kamis (3/8/2022).

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kecamatan Wangi-wangi itu, dihadiri langsung oleh Bupati wakatobi, Haliana. Sedangkan, Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud mengikuti kegiatan tersebut secara virtual. Hadir pula, Ketua DPRD Wakatobi, Hamiruddin, Wakil Ketua DPRD Wakatobi, La Ode Nasrullah, Kepala OPD terkait, Camat dan para kelapa Desa se-Kabupaten Wakatobi serta tokoh adat.

Bupati Wakatobi, Haliana dalam sambutannya menyampaikan salah satu penyebab stunting di Kabupaten Wakatobi disebabkan 81 persen balita tidak mendapatkan asi eksklusif, sementara 72 persen dikarena kurangnya asupan gizi.

- Advertisement -

“Sehingga saya berkesimpulan bahwa karena kemiskinan. Di Wakatobi, data kemiskinan kita tahun 2020 di angka 14,31 persen dan di dalamnya ada kemiskinan ekstrim lebih dari 8,74 persen, tetapi meski angka kemiskinan di tahun 2020 angka naik ke angka 14, 91 persen namun angka kemiskinan ekstrim turun masih 6,32 persen,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan stunting maupun kemiskinan ektrim hanya persoalan data. Karena penekanan kemiskinan ekstrim hampir sama dengan stunting dimana stunting juga salah satu penyebabnya adalah kemiskinan ekstrim sehingga perlunya perbaikan data di seluruh Kabupaten Wakatobi, karena dalam penanganannya juga memerlukan data.

“Kita harapkan ada kompetensi, kesesuaian, kolaborasi, kebersamaan dan bekerja sama tentunya harus terintegrasi antar perencanaan yang dibawa, baik di desa, puskesmas, kecamatan, dinas terkait kemudian di pemerintah daerah,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, hasil analisis situasi menunjukan bahwa pengukuran bulan Agustus tahun 2021, angka stunting di Wakatobi berada pada posisi 13,8 persen. Angka itu mengalami penurunan 8,7 persen jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang berada pada angka 22,5 persen.

Baca Juga :  2021 PAD, Disperindag Wakatobi Naik Hingga Rp 411 Juta Lebih

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Wakatobi, Muliadin mengatakan pelaksanaan rembuk stunting bertujuan untuk menyampaikan hasil analisis situasi kegiatan penurunan stunting intervensi percepatan pencegahan stunting terintegrasi
di Kabupaten Wakatobi hasil aksi satu dan aksi kedua.

Selain itu juga, mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dari lembaga perencana kegiatan penurunan stunting yang terintegrasi dan membangun komitmen publik dalam kegiatan Percepatan Pencegahan stunting terintegrasi di Kabupaten Wakatobi.

Penulis : Arjuno
Editor : Hariman

Komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1