Damkar: Rata-Rata Kebakaran di Baubau Berasal dari Dapur

132
Ketgam : Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau, Muhammad Massad saat di wawancara di Markas Komando (Mako) damkar, Rabu (3/8/2022). Foto : Firman/SATULIS.COM

SATULIS.COM, BAUBAU – Sejak 2020, angka kebakaran di Kota Baubau terus mengalami penurunan. Sosialisasi yang dilakukan langsung ke masyarakat oleh Dinas Pemadam Kebakaran dianggap sebagai salah satu pemicu terus menurunnya angka kebakaran di Kota Baubau.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Muhammad Massad, sosialisasi yang digelar Dinas Damkar ialah terkait dengan mitigasi (resiko bencana) dan bagaimana penanganan dini. Misalnya, pihaknya di minta sosialisasi terhadap instansi atau perusahaan yang Kota Baubau maka Damkar hadir untuk melakukan sosialisasi tersebut.

“Kami mendapatkan kunjungan dari instansi atau kunjungan dari anak TK, kami harapkan juga orang tuanya terlibat, karena mereka penguna api di dapur, itu juga yang kami lakukan sosialisasi kepada ibu-ibu, anak juga agar tidak menggunakan api dalam kondisi berbahaya,” beber Massad saat di wawancara di Markas Komando (Mako) Damkar, Rabu (3/8/2022).

- Advertisement -

Mantan sekretaris Damkar Kota Baubau menambahkan, sosialisasi tujuannya adalah, mengharapkan publik agar mengatasi atau pengelolaan sejak dini, ketika terjadi letupan atau kebakaran sekecil apapun mereka bisa melakukan pemadaman sendiri, sebelum api besar yang melibatkan Dinas Kebakaran Kota Baubau.

“Sebetulnya, harapan kami bahwa, semua elemen masyarakat mampu mengelola terhadap api kecil dulu, supaya dia tidak merembet menjadi api besar. Kalau sudah menjadi api besar akan menggangu lingkungan sekitar dan itu akan membuat situasi panik dan Damkar harus terlibat,” ungkapnya.

Massad mengatakan, rata-rata terjadinya kebakaran itu bermula dari dapur, listrik, kendaraan elektrik yang tiba-tiba terbakar. Hal-hal kecil itu, ketika takut dalam pengelolaannya atau tidak paham maka harus menghubungi Damkar.

“Jadi itu, yang menjadi pemicu akibat kurangnya tingkat kewaspadaan terhadap lingkungannya. Itulah damkar selalu mensosialisasikan mitigasi terhadap masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :  Gubernur Sultra Buka Musrembang Provinsi di Kota Baubau

Menurutnya, sosialisasi yang di lakukan itu ada dua, permintaan eksternal dan internal. Permintaan eksternal yaitu permintaan dari perusahaan yang minta Damkar melakukan sosialisasi terhadap pemadaman api, yang biasa terkait kepada Standar Pelayanan Minimal (SPM) tentang pengelolaan instansi masing-masing. Ketika mereka mengikuti simulasi dan mendapatkan sertifikat itu yang harus miliki untuk memperoleh akreditas.

Sementara internal, Damkar hari ini kami sudah di fungsional sejak September tahun. Jadi kami untuk mengelola angka kredit mereka salah satunya untuk melakukan sosialisasi. Dan tanggung jawab mereka.

“Jadi efisiensinya ketika melakukan sosialisasi, angka kejadian kebakaran di kota Baubau semakin menurun,” tutup Massad.

Penulis : Firman
Editor : Hariman

Komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry