BAUBAU, SATULIS.COM – Partai Gerindra Kota Baubau kembali diguncang sorotan publik. Aktivis Waras Kepton menilai partai berlambang kepala garuda itu gagal memberi ketegasan dalam menangani dugaan pelanggaran yang menyeret MAI, anggota DPRD Kota Baubau asal Partai Gerindra. Komitmen Prabowo pun dipertanyakan.
MAI sebelumnya ramai dibicarakan karena diduga mangkir hingga berbulan-bulan dari tugas kedewanan. Situasi ini memancing kecurigaan publik terkait dugaan “gaji buta” hingga indikasi penyimpangan lain yang membutuhkan penjelasan. Namun reaksi internal Gerindra Baubau dinilai lemah, bahkan seolah menutup barisan.
Dahlin dari Waras Kepton menyampaikan bahwa kasus MAI menciptakan tanda tanya besar bagi masyarakat. Ia menilai Gerindra Kota Baubau tidak menunjukkan ketegasan apa pun dalam menindak anggotanya sendiri.
“Ini menyangkut integritas partai. Prabowo Subianto selalu bicara soal disiplin dan komitmen, tapi di Baubau publik melihat kebingungan. Ada dugaan pelanggaran oleh MAI, namun penanganannya membisu,” ujar Dahlin. Sabtu 29 November 2025.
Menurutnya, sikap yang ditampilkan Gerindra Baubau justru memperburuk kepercayaan publik. Masyarakat menilai langkah partai itu seperti upaya meredam isu, bukan menyelesaikan masalah.
“Kalau diam terus, orang akan menganggap Gerindra sedang melindungi MAI. Situasinya sudah cukup meresahkan. Publik bertanya-tanya, kenapa partai ini tidak tegas menghadapi persoalan yang begitu jelas?” tegasnya.
Selain mendesak Gerindra untuk menjelaskan posisi resminya terkait MAI, Dahlin juga meminta Kejaksaan dan Polres Baubau turun tangan mengusut tuntas terkait kasus ini. Ia menilai penegakan hukum harus bergerak tanpa menunggu sinyal politik.
“Ada dugaan penyimpangan yang perlu diperiksa tuntas. Jangan membuat kesan bahwa proses hukum tersendat karena melibatkan anggota partai besar. Aparat harus bergerak,” ucap Dahlin.
Ia menegaskan waras kepton akan terus mengawal persoalan ini sampai publik mendapatkan jawaban yang jelas.
Media ini juga telah berupaya meminta klarifikasi kepada ketua Partai Gerindra Baubau, namun tidak mendapat jawaban.(Adm)
